TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

AMAN Jayapura gelar Pembekalan Fasilitator Suku

AMAN Jayapura, Papua
Para peserta Pembekalan Fasilitator Suku AMAN Jayapura berfoto bersama Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri. - Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Wilayah Jayapura membuat Pembekalan Fasilitator Suku di Kampung Yakonde, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (18/6/2021). Pelatihan itu dibuka Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri.

Pembekalan Fasilitator Suku dilakukan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) untuk melengkapi struktur kepengurusannya yang akan didaftarkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Dewan Pimpinan Daerah AMAN Wilayah Jayapura merekrut 13 tenaga fasilitator yang nantinya akan bekerja sebagai fasilitator masing-masing suku di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

Dalam sambutannya, Abdul Rahman Basri  mengatakan pelatihan fasilitator itu sangat penting. Abdul menilai keberadaan fasilitator suku akan berkait dan akan bersinergi dengan pemberdayaan dan pengembangan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Masyarakat adat Sorsel sampaikan aspirasi penyelamatan SDA ke DPR PB

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menetapkan sejumlah wilayah adat yang membawahi suku setempat, antara lain Suku Bhuyakha, Moi, Yokari, Yowari, Elseng, Tepera Yewena, Demutru, Oktim, Yewena Yosu, dan Imbinumbai. “Pelatihan fasilitator itu diharapkan dapat memberikan gambaran tugas dan fungsi fasilitator sebagai penyambung informasi bagi masyarakat adat. Fasilitator [akan] memberikan penjelasan terhadap keberadaan komunitas masyarakat adat di setiap kampung,” ujar Abdul.

Ketua DPD AMAN Jayapura, Benhur Wally mengatakan hasil pelatihan itu akan memperjelas tugas organisasi yang dibebankan kepada masing-masing fasilitator. Setiap fasilitator akan melaksanakan tugas dan fungsinya khususnya di setiap komunitas adat dan suku, juga di kampung dan wilayah adat secara luas.

“Dari hasil pelatihan itu, fasilitator yang turun ke komunikasi adat dan suku dapat menjelaskan dan memberikan gambaran terkait pemberdayaan dan perlindungan terhadap hak masyarakat adat. [Tugas itu dapat dijalankan] baik secara kewilayahan, tetapi juga dalam komunitas adat dan suku,” jelasnya.

Baca juga: Dusun Sagu Manawiri, penyelamat dan masa depan masyarakat adat Yeresiam Goa

Pemateri pelatihan itu, Edi Ohoiwutun menyatakan para peserta Pembekalan Fasilitator Suku nantinya dapat melaksanakan fungsi fasilitasi dan koordinasi dengan lembaga adat di tingkat kampung. Hal itu dimaksud agar tidak ada lagi kerancuan dalam lembaga masyarakat adat.

Menurut Ohoiwutun, kemunculan berbagai versi lembaga masyarakat adat di satu wilayah adat tidak memberikan penguatan dan otonomi bagi masyarakat adat itu sendiri. Kehadiran AMAN di Jayapura diharapkan memberikan ruang dan peran kepada masyarakat adat.

“Dengan kerja seperti itu,kami membutuhkan fasilitator untuk bekerja merekam semua inisiatif mendasar dari komunitas adat, [baik insiatif yang ada] sejak dulu [maupun] permasalahan yang sedang dihadapi. Hal itu dilakukan agar independensi dan otonomi masyarakat adat tetap kuat dan terjaga sebagaimana mestinya,” kata Ohoiwutun. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us