Follow our news chanel

Previous
Next

Amnesty desak penembakan Pendeta Yeremia diusut

Ilustrasi penembakan Papua
Ilustrasi penembakan- Pexels.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Amnesty International Indonesia mendesak polisi mengusut tuntas kasus penembakan pendeta Yeremia Zanambani yang tewas di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Sabtu (19/9/2020) lalu.  Catatan Amnesty, penembakan Yeremia telah menambah daftar kasus penembakan sebanyak 15 kali dengan total 22 korban di Papua selama 2020.

“Polisi harus mengusut tuntas kasus penembakan pendeta Yeremia yang diduga melibatkan TNI,” kata Direktur Eksekutif Amnesty, Usman Hamid, Selasa (22/9/2020).

Baca juga : Amnesty Internasional sampaikan 5 masalah HAM di Papua ke PBB 

Amnesty nilai tindakan anggota TNI di Tambrauw langgar konvensi anti penyiksaan 

DPR Papua akan kirim Pansus Kemanusiaan ke Intan Jaya

Usman menyebut penembakan kepada warga sipil ini telah menunjukkan kegagalan negara menghadirkan perdamaian di Papua. “Penembakan ini lagi-lagi menunjukkan kegagalan negara untuk menghadirkan perdamaian di Papua. Dari awal tahun, sudah ada 15 kasus penembakan di luar hukum di sana,” kata Usman menambahkan.

Loading...
;

Ia meminta penyelidikan dilakukan secara independen dan dapat mengungkap pelaku sebenarnya. Saat ini ada dua versi kronologi penembakan terhadap Yeremia yang belum jelas.

Di antaranya adanya tudingan dari aparat TNI yang mengatakan pelaku penembakan murni anggota kelompok bersenjata. Namun sejumlah tokoh agama setempat menyebut prajurit TNI yang bertanggung jawab dalam insiden itu.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) juga membantah bertanggung jawab dalam insiden penembakan itu. Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menuding aparat TNI yang menembak pendeta Yeremia saat kontak senjata dengan prajuritnya di Intan Jaya.

“Penyelidikan menyeluruh yang independen dan tidak memihak harus segera dilakukan untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya,” kata Usman menegaskan.

Jika hasil penyelidikan menyatakan penembakan dilakukan aparat TNI, maka pemerintah wajib memberi penjelasan terkait tudingan-tudingan yang selama ini dilontarkan.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan Amnesty, Yeremia bukan merupakan bagian dari kelompok bersenjata. Tokoh agama itu merupakan seorang pelayan gereja yang sedang mengabdi di desa kecil di wilayah Intan Jaya.

Ia mengatakan masyarakat setempat curiga insiden penembakan itu merupakan upaya pencarian pelaku penembakan di Intan Jaya sebelumnya yang memakan korban prajurit TNI. Hingga saat ini, polisi belum dapat menjelaskan terperinci soal insiden tersebut lantaran masih dalam proses penyelidikan. Polisi mengirimkan tim penyelidik ke Kampung Bomba untuk meminta keterangan dari istri korban lebih lanjut. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top