AMPTPI Tagih Janji MRP, Dialog Lokal Papua

Ketua DPW AMPTPI wilayah Indonesia Timur, Natan Naftali Tebai - Jubi/Abeth you
Ketua DPW AMPTPI wilayah Indonesia Timur, Natan Naftali Tebai – Jubi/Abeth you

Jayapura, Jubi – Assosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Se-Indonesia wilayah Indonesia Timur kembali  menagih janji atas perjanjian yang disampaikan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib pada awal Jubi 2015 lalu, bahwa bulan Agustus 2015 pihaknya hendak menyerahkan teknis dialog lokal Orang Asli Papua (OAP) kepada Jaringan Damai Papua (JDP).

 

“Pada 1 Juni 2015 lalu, ketua MRP, pak Timotius Murib berjanji, bulan Agustus 2015 akan serahkan teknis dialog lokal OAP ke JDP. Kami AMPTPI menutut dan menanyakan dialog teknis tersebut yang rencana dilaksanakan bulan Agustus, tapi sampai saat ini belum terlaksana,” ujar Ketua AMPTPI Wilayah Indoensia Timur, Natan Naftali Tebai kepada Jubi di Jayapura, Minggu (20/09).

Menurut Natan, mengapa MRP belum tepati pembicaraan dialog itu. Padahal rakyat Papua tengah menanti perjanjian tersebut. Apakah itu hanya janji kosong. “Jangan sampai itu jadi sebuah janji,” katanya bertanya.

Selama ini, lanjutnya, kepengurusan MRP Papua pada periode ini belum menunjukan loyalitas kerjanya. Padahal hak-hak rakyat Papua sedang dijarah oleh kapitalis, seperti perebutan lahan tanah yang dulu sagu, kini masuknya investasi kelapa sawit. Maka, peralihan fungsi lahan juga terjadi seperti dulu ada hutan sagu tapi sekarang jadi hutan sawit, hutan sawah bukan lahan ubi.

“Hak-hak demokrasi yang dibungkam dan pelanggaran HAM juga MRP tidak pernah bicara, tidak pernah adakan pendekatan untuk ada perubahan kebijakan. Kami pertanyakan juga loyalitas dan kinerja MRP periode ini terkesan boros, tidak memiliki target pencapaisan kerja dan lain-lain,” tegas Tebai.

Disinggung soal sejumlah argumen soal membubarkan MRP? Ia menungkapkan, mengenai pembubaran MRP, ada sesuai UU. Nomor 21.” Maka, hapus dulu UU itu. Bukan MRP asal dibubarkan dengan kemauaan kepentingan politik, kelompok dan sebagainya,” ujarnya.

Loading...
;

Sebelumnya, Ketua MRP Provinsi Papua, Timotius Murib mengajak seluruh komponen masyarakat di Papua untuk tidak alergi dengan kata dialog, bahkan pihaknya mengajak seluruh komponen untuk mendukung dialog yang sedang digagas oleh seluruh komponen masyarakat, termasuk yang digagas tokoh-tokoh masyarakat Papua dengan para penggagas Dialog Jakarta-Papua yang dimediasi Jaringan Damai Papua ( JDP).

Dikatakan, dipastikan sebelum Dialog Jakarta-Papua digelar, akan digelar Dialog lokal Papua pada bulan Agustus 2015 mendatang.

Menurut Ketua MRP, versi Dialog yang disampaikan Presiden dengan rakyat Papua tentu berbeda, namun ada tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh adat yang selama ini melakukan negosiasi hingga mencapai kesepakatan untuk menyelenggarakan dialog sebagaimana diinginkan Presiden.

MRP sendiri menyerahkan sepenuhnya tahapan Dialog ke Jaringan Damai Papua (JDP), untuk mengatur semua hal-hal teknis terkait Dialog yang dimaksud.

“Justru dengan Dialog kita bisa temukan solusi. Seluruh masyarakat dan para pihak duduk sama-sama di suatu tempat, maka dengan duduk sama-sama, akan ada jawaban, Dialog yang diinginkan bapak Presiden seperti apa, konteks masyarakat seperti apa. Prinsipnya MRP menyerahkan sepenuhnya proses Dialog baik lokal Papua maupun ke tingkat lebih tinggi sepenuhnya ke Jaringan Damai Papua”, ujar Timotius Murib di depan wartawan. (Abeth You)

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top