Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Anak-anak sekolah korban banjir bandang, Disdik Jayapura klaim sudah beri bantuan

Ilustrasi, anak-anak SD – Jubi/Yance

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kepala Dinas Pendidika Kabupaten Jayapura, Ted Yones Mokay, mengklaim sudah banyak bantuan diberikan kepada anak-anak sekolah korban banjir bandang Sentani, 19 Maret 2019 silam. Banyaknya pengungsi siluman sehingga ada pengungsi yang benar-benar pengungsi justru terlewatkan.

Sejak banjir bandang melanda Sentani pada 16 Maret 2019, hingga kini Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura belum memberi bantuan apapun, meski sebelumnya pernah berjanji kepada warga masyarakat khususnya anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP, akan diberi batuan berupa barang.

Kepala Dinas Pendidika Kabupaten Jayapura, Ted Yones Mokay, yang baru menjabat usai banjir bandang Sentani, mengatakan banyaknya pengungsi siluman sehingga ada pengungsi yang benar-benar pengungsi justru terlewatkan.

“Ada yang dikasih dan ada yang tidak korban tetapi karena pengaruh dari kasih pakaian itu mereka yang tidak korban itu tidak mau masuk sekolah karena dia lihat teman yang pakai pakaian yang baru jadi sehingga dibagi rata, itu yang terjadi baik di bawah kaki Gunung Cycloop dan di sekitar Danau Sentani,” ucap Steve, sapaan akrabnya, kepada Jubi, akhir pekan lalu.

Steve mengatakan sebelumnya anak-anak yang menjadi korban bencana semua digratiskan biaya pendidikannya.

“Memang ada keluhan tentang transport dan yang lain, namun pemerintah tidak bisa memfasilitasi semuanya, dan tidak ada bantuan dalam bentuk uang bagi anak-anak ini, semua dalam bentuk barang,” jelasnya.

Loading...
;

Menurutnya, jika ada pengungsi banjir bandang Sentani yang tidak mendapatkan bantuan seperti yang telah dijanjian itu pasti ada kesalahan dalam pendataan.

“Satu itu faktor data yang kadang berubah-ubah dan kalau ada pengungsi khususnya anak sekolah yang tidak mendapatkan bantuan itu saya pikir tidak benar, karena bantuan banyak yang dikasih untuk anak-anak sekolah,” ucap Mokay.

Koordinator pengunsi Toladan, Karel Tabuni, mengatakan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura pernah datang untuk meminta data jumlah anak-anak di pos pengungsian Toladan.

“Sekretaris sudah pernah memberikan data kami dengan lengkap, berapa jumlah anak, baik dari tingkat PPA, PAUD, SD, SMP, dan SMA kepada mereka yang mengaku dari Dinas Pendidikan, pada waktu kami masih di tempat pengungsian,” jelas Karel.

Sudah banyak yang datang meminta data, namun realisasinya sampai saat ini seperti apa, ia berharap agar ada keterbukaan.

“Pernah mereka tanya perempuan berapa, laki-laki berapa, dan nomor sepatu berapa, mereka yang datang ambil data itu untuk apa, sampai saat ini tidak ada tindakan yang mereka buat, mereka tidak kasih juga tidak masalah bagi kami namun kami cuma takut jangan sampai dengan data jumlah pengungsi kami dipergunakan untuk kepentingan pribadi,” kata Tabuni. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top