Follow our news chanel

Previous
Next

Anak mendiang PM Tonga hadiri sidang perdananya di parlemen

Anggota parlemen (MP) Siaosi Pōhiva. Photo/Fale Alea 'O Tonga
Anak mendiang PM Tonga hadiri sidang perdananya di parlemen 1 i Papua
Anggota parlemen (MP) Siaosi Pōhiva. Photo/Fale Alea ‘O Tonga

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nuku’alofa, Jubi – Putra tertua Mantan Perdana Menteri Tonga, ‘Akilisi Pōhiva, Siaosi Pōhiva, menghadiri sidang Parlemen Samoa untuk pertama kalinya pekan lalu.

Adik laki-lakinya, Sione Pōhiva, membagikan foto Siaosi Pōhiva di Parlemen, melalui media sosial Facebook, dan berkata: “Saya melihat foto ini dan saya mengingat kuburannya (‘Akilisi Pōhiva). Jangan takut, dia akan selalu bersamamu.”

Siaosi menang tipis dalam pemilihan sela untuk kursi mendiang ayahnya di dapil Tongatapu One, ia unggul 16 suara dari lawannya. Dia berhasil memenangkan 1.160 suara dan mengalahkan ilmuwan Netatua Pelesikoti Taufatofua. Lebih dari setengah pemilih di dapil itu memilih Siaosi.

Pada saat itu Siaosi mengungkapkan bahwa kemenangannya adalah indikasi dukungan bagi kelanjutan reformasi politik di Tonga. Dia menegaskan bahwa ia ingin wewenang kalangan bangsawan agar dikurangi. Keluarga bangsawan di Tonga masih bisa menduduki kursi di parlemen, tetapi mereka juga harus bertanggung jawab kepada rakyat.

Pandangan Siaosi mencerminkan pandangan mendiang ayahnya yang memimpin partai demokrat PTOA menuju kemenangan, setelah beberapa dekade berjuang untuk membangun demokrasi di Tonga.

Terlepas dari perselisihan blak-blakan dengan banyak keluarga bangsawan Tonga dan hubungan yang dingin dengan istana kerajaan, PTOA, di bawah pimpinan Pōhiva, berhasil merampas kembali kepemimpinan setelah Raja Tonga membubarkan parlemen. Parpol PTOA lalu kehilangan kekuasaan dalam pemilu terakhir dan PTOA terpecah oleh konflik internal partai itu di antara anggota seniornya yang menjadi konsumsi publik.

Loading...
;

Seperti laporan Kaniva News sebelumnya, MP Mateni Tapueluelu telah menyerang Siaosi Pōhiva dan pendukung dalam partai lainnya yang dengan keliru menasihati mendiang Perdana Menteri, ‘Akilisi Pōhiva, untuk tidak mengundurkan diri pada April 2019, lima bulan sebelum dia meninggal dunia.

Cabang-cabang partai itu yang populer di luar negeri menuduh Tapueluelu haus kekuasaan dan menyebabkan perpecahan di dalam partai tersebut. (Kaniva Tonga)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top