HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Anggaran belanja kopi DPRD Kota Bogor mencapai Rp130 juta

Ilustrasi, Ist/Jubi

Belanja kopi itu bagian dari total anggaran belanja bahan persediaan makanan pokok di Sekretariat DPRD Kota Bogor berjumlah Rp424,625 juta.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bogor, Jubi – Nilai belanja persediaan bahan pokok Sekretariat DPRD Kota Bogor, Jawa Barat berupa kopi menembus angka Rp130 juta. Hal itu tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2020 Kota Bogor.

Laman website kotabogor.go.id, menunjukan belanja kopi itu bagian dari total anggaran belanja bahan persediaan makanan pokok di Sekretariat DPRD Kota Bogor berjumlah Rp424,625 juta.

Dalam situs itu menyebutkan rincian pembelian kopi kemasan campuran atau mix sachet senilai Rp18 juta, gula Rp34,4 juta, gula kemasan Rp16,5 juta dan gula rendah kalori Rp1,425 juta.

Biaya belanja bahan persediaan makanan pokok Sekretariat DPRD Kota Bogor ini lebih mahal jika dibandingkan dengan biaya belanja bahan persediaan makanan pokok yang dianggarkan oleh Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor.

Pada buku RAPBD 2020, Bagian Umum Setda Kota Bogor menganggarkan belanja kopi senilai Rp9,140 juta. Begitu pula item sejenis lainnya, yaitu kopi kemasan campur Rp7,245 juta dan gula Rp8,505 juta.

Loading...
;

Baca juga : Serapan anggaran belanja Papua baru 47 persen

Eksekutif Jangan Bernafsu Rancang Anggaran Belanja

Anggaran Belanja Daerah Harus Dilakukan Transparan

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengaku sengaja mengunggah RAPBD 2020 demi transparansi pengelolaan anggaran, agar masyarakat bisa melihat rincian apa yang dianggarkan oleh Pemkot Bogor pada 2020.

“Anggaran 2020 bisa diakses tidak hanya oleh seluruh warga Kota Bogor, tetapi siapa pun yang ingin mengetahui, uang rakyat harus kembali kepada rakyat untuk kepentingan rakyat,” kata Bima Arya.

Bima minta masyarakat yang ingin menyampaikan kritik dan saran terkait penggunaan uang sekitar Rp2,5 triliun dalam RAPBD Tahun 2020 Kota Bogor, bisa melaporkannya melalui aplikasi Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran (Si Badra).

“Atau media sosial Pemerintah Kota Bogor maupun media sosial pribadi saya,” kata Arya Bima menambahkan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top