Follow our news chanel

Anggaran GEL 2019 dialihkan ke 2020 karena lonjakan harga barang

Salah satu pengusaha asli Papua yang berunjukrasa pada Senin (25/11/2019) harus dilarikan ke rumah sakit setelah dipukul oleh sekelompok orang yang menyerang pengunjukrasa – Jubi/Jean Bisay.
Anggaran GEL 2019 dialihkan ke 2020 karena lonjakan harga barang 1 i Papua
Salah satu pengusaha asli Papua harus dilarikan ke rumah sakit setelah dipukul oleh sekelompok orang yang menyerang massa Forum Komunikasi Pengusaha Asli Papua saat berunjukrasa di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Papua di Jayapura, Senin (25/11/2019). – Jubi/Jean Bisay.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua memastikan anggaran Golongan Ekonomi Lemah atau GEL pada 2019 tetap akan dialihkan ke tahun anggaran 2020. Penundaan proyek GEL 2019 itu harus dilakukan karena ada perubahan harga berbagai barang dan bahan baku yang dibutuhkan dalam proyek GEL.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Papua Girius One Yoman, mengatakan biaya proyek GEL di wilayah pegunungan tengah Papua harus dihitung ulang karena adanya perubahan harga berbagai barang dan bahan baku proyek GEL berubah signifikan. Yoman menyatakan pada 23 Oktober 2019 lalu tender GEL sudah akan dijalankan, akan tetapi akhirnya ditunda karena adanya lonjakan harga berbagai barang dan bahan baku GEL.

Harga semen misalnya, yang awalnya diperhitungkan Rp550 ribu per sak ukuran 50 kilogram kini telah berubah menjadi Rp850 ribu per sak. “Bagaimana kita mau mengubah Rencana Anggaran Biaya atau RAB, sementara [anggaran proyek GEL disatukan dalam] satu kode rekening. Makanya pelaksanaan GEL 2019 bergesar ke anggaran tahun 2020,” kata Yoman di Jayapura, Kamis (5/12/2019).

Saat ditanya soal demo yang berujung bentrok pada 25 November 2019 lalu, Yoman mengaku tidak tahu menahu soal pemicu keributan yang terjadi di halaman Kantor Dinas PUPR itu. “Ini yang saya tidak tahu, karena permasalahan antara mereka dengan mereka, [pengusaha orang asli Papua]. Sebab sebelumnya sudah dilakukan pertemuan, tetapi di luar terjadi keributan,” jelasnya.

Pada 25 November 2019 lalu sejumlah tiga pengusaha Papua dilarikan ke rumah sakit karena terluka dalam bentrok yang terjadi di halaman Kantor Dinas PUPR. Bentrokan itu terjadi saat sekelompok orang menyerang massa pengunjukrasa dari Forum Komunikasi Pengusaha Asli Papua (FKPAP).

Saat bentrokan itu terjadi massa FKPAP sedang berunjukrasa mempertanyakan anggaran proyek GEL 2019 yang dialihkan ke anggaran tahun 2020. Soni Wanma selaku Ketua FKPAP menyatakan serangan itu terjadi ketika kelompoknya sedang berorasi.

Loading...
;

“Jadi awalnya kami datang untuk menyuarakan aspirasi kami, tetapi kami malah disambut dengan orang-orang yang sebenarnya kami tidak kenal. Mereka datang menggunakan panah, kayu balok, dan batu untuk menyerang kami yang sedang melakukan orasi,” kata Soni Wanma saat itu. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top