Follow our news chanel

Anggota DPD RI dukung penutupan akses angkutan penumpang ke Papua

Foto ilustrasi - pixabay.com
Anggota DPD RI dukung penutupan akses angkutan penumpang ke Papua 1 i Papua
Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Dewan Perwakilan Daerah atau DPD RI, Herlina Murib mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Papua menutup akses angkutan penumpang ke Papua. Murib menyatakan kebijakan itu tepat untuk mencegah penyebaran virus korona di Papua.

Hal itu dinyatakan Herlina Murib saat dihubungi Jubi melalui panggilan telepon pada Selasa (31/3/2020). Murib meminta pemerintah pusat, termasuk Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, mendukung kebijakan itu, karena sesuai dengan aspirasi masyarakat Papua.

Murib juga mendukung kebijakan pembatasan sosial yang diberlakukan di Papua. “Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua yang sudah mengambil langkah untuk membatasi ruang berkumpul, membatasi jam berdagang toko dan kios hingga pukul 18.00 WP,” kata Murib.

Murib menyatakan jika akses bagi pesawat penumpang dan kapal laut penumpang dibuka, risiko pertambahan kasus positif Covid-19 di Papua akan meningkat. Murib mengkhawatirkan penularan virus korona di Papua akan terjadi dengan cepat, karena interaksi sosial masyarakat adat Papua yang sangat akrab.

Masyarakat Papua bisa hidup berkelompok, dan saling berjabat tangan jika bertemu. “Risiko penyebaran virus korona bagi masyarkat Papua sangat tinggi. Saya berharap pembatasan sosial selama 14 hari itu dipatuhi masyarakat. Ikuti aturan, patuhi anjuran Dinas Kesehatan Papua untuk mencegah penularan virus korona di Papua,” kata Murib.

Murib meminta pemerintah daerah di Papua juga memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di Papua. “Saya harap pemerintah daerah menyediakan bahan makanan berupa sembako bagi masyarakat, agar perekonomian masyarakat terbantu. Sangat disayangkan jika pembatasan membuat masyarakat lapar,” katanya.

Loading...
;

Ia juga berharap pemerintah menambah insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Pasien dalam Pengawasan dan pasien positif Covid-19.“Sebab mereka ini bekerja tabah membantu menyelamatkan masyarakat dari bahaya virus korona yang mengancam kehidupan masyarakat Papua,” ujar Murib.

Di Jakarta, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan satu kasus baru positif Covid-19 di Papua. Dengan demikian, hingga Selasa telah ditemukan 10 kasus positif Covid-19 di Papua. Jumlah kasus positif Covid-19 di Papua Barat tidak bertambah, tetap 2 kasus positif. Secara nasional, pada Selasa terdapat 114 kasus baru positif Covid-19 baru, sehingga total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 1.528 kasus.

Sejak Senin (30/3/2020) hingga Selasa, ada enam pasien positif Covid-19 yang berhasil sembuh, namun juga ada 14 pasien positif Covid-19 yang meninggal. Secara total telah tercatat 81 pasien positit Covid-19 berhasil disembuhkan. Akan tetapi, angka itu masih lebih kecil dibandingkan jumlah total pasien positif Covid-19 yang meninggal, yang hingga Selasa telah mencapai 136 orang.

Pandemi Covid-19 yang disebabkan infeksi virus korona itu semakin menyebar luas. Sejumlah 1.528 kasus positif Covid-19 itu tersebar di 32 provinsi di Indonesia. Satu kasus baru positif Covid-19 terjadi di Provinsi Bengkulu, yang sebelumnya belum pernah memiliki kasus positif Covid-19.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top