Follow our news chanel

Anggota DPR RI bangun rumah pintar bagi anak aibon

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sulaeman Hamzah, membangun rumah pintar bagi anak-anak aibon di daerah Pintu Air, Kelurahan Maro, Kabupaten Merauke.

“Beberapa waktu lalu, saya melakukan dialog bersama anak-anak aibon. Lalu banyak hal terungkap dalam pertemuan tersebut. Misalnya tak adanya seragam sekolah maupun sepatu  yang tidak dimiliki. Juga perhatian orangtua sangat minim,” ujar Sulaeman kepada sejumlah wartawan, Senin (21/1/2019).

Selain itu, jarak ke sekolah yang sangat jauh sehingga praktis banyak anak putus sekolah dan bergabung bersama sesama teman lain melakukan hal-hal yang tak sesuai seperti menghirup lem aibon.

“Saya sudah bicarakan dengan Ketua RT setempat dan warga menyambut dengan positif untuk pembangunan rumah pintar. Lalu mereka menyerahkan sebidang tanah agar pembangunan mulai berjalan,” katanya.

Dengan demikian, jelas Sulaeman, proses pembangunan segera direalisasikan dan dalam waktu satu bulan dirampungkan. Akhir Februari 2019 rumah pintar sudah dapat digunakan.

“Memang bangunannya tidak terlalu besar. Tetapi akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari buku-buku bacaan, tempat permainan anak, dan  lain-lain termasuk kebutuhan makan minum bagi mereka ,” katanya.

Loading...
;

Dijelaskan, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa pembimbing yang nantinya mendampingi anak-anak selama berada di rumah pintar. Minimal mereka bisa belajar menulis maupun membaca. Jadi, metode belajar mengajar tak seperti di sekolah formal.

“Ya, kita mendorong agar paginya anak-anak ke sekolah formal dan sorenya berada di rumah pintar. Sehingga bisa melakukan aktivitas apa saja dengan tujuan agar tak melakukan hal-hal seperti menghirup lem aibon lagi,” ungkapnya.

Ditanya jumlah anak-anak di Pintu Air yang terdata, Sulaeman mengaku, belum ada laporan dari Ketua RT setempat.

“Saya sudah minta didata namanya secara lengkap sekaligus diserahkan. Sehingga menjadi acuan ketika proses belajar mengajar di rumah pintar berjalan,” ujarnya.

Staf Khusus Sulaeman Hamzah, Fauzun Nihayah, menambahkan dari keluhan anak-anak terkait ketiadaan seragam maupun sepatu serta tas, langsung direspons.

“Kita telah memberikan kebutuhan seragam maupun peralatan lain itu kepada anak-anak. Sekarang mereka bisa ke sekolah berseragam,” katanya.

Anak-anak tersebut, demikian Fauzun, banyak tak ke sekolah lantaran tidak memiliki seragam maupun alat tulis.

Ditambahkan, dengan adanya pembangunan rumah pintar, secara tidak langsung membantu anak-anak untuk berkumpul sekaligus melakukan hal-hal positif.

“Ya, berbagai fasilitas akan disiapkan sebelum aktivitas di rumah pintar dilangsungkan,” kata dia. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top