Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua
Kadis Kesehatan Nabire, Yulian Agapa ketika memberikan keterangan kepada Jubi (Senin, 11/1/2021) – Jubi/Titus Ruban.

Anggota DPRD Nabire minta Pemkab lakukan sosialisasi sebelum vaksinasi covid-19

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Nabire, Papua,  Yulian Agapa mengatakan, proses pemberian vaksin covid-19 di Nabire dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes), kemudian tahap kedua kepada populasi umum (masyarakat).

“Pemberian vaksin ada dua tahap. Januari kepada nakes dan April masyarakat umum,” ujar Kadis Agapa di ruang kerjanya, Senin (11/1/2021).

Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama lagi, sebelum vaksin diberikan terlebih dulu akan dilakukan sosialisasi. Ini dilakukan di seluruh instansi pemerintahan maupun TNI/Polri serta puskesmas-puskesmas. Termasuk akan membahas segala persiapan dalam pemberian vaksin nantinya.

“Sebelum vaksin diberikan, kami terlebih dahulu haru sosialisasi. Lalu persiapan untuk pemberian,” jelas Kadis.

Untuk jumlah vaksin kata Yulian, pihaknya hanya menunggu pembagian dan droping dari Dinkes Provinsi. Sementara ia mengakui tentunya ada pro-kontra dalam pemberian vaksin.

Akan tetapi, ia mengatakan bahwa pemberian vaksin sudah memiliki ketentuan, yakni siapa yang berhak menerima dan siapa yang tidak.

“Untuk jumlah kami hanya tunggu Dinas provinsi. Lalu, saya yakin ada pro-kontra. Tapi saya mau katakan bahwa memang ada yang tidak bisa diberikan dengan penyakit-penyakit tertentu. Maka ini kanan dijelaskan dalam sosialisasi,” kata Yulian.

Loading...
;

Terpisah, Anggota DPRD Nabire, Sambena Inggeruhi mengatakan bahwa pentingnya sosialisasi diberikan sebelum pemberian vaksin. Hal ini dimaksud agar masyarakat dapat mengerti apa yang diberikan dan apa saja manfaatnya.

“Saya pikir itu betul dan saya apresiasi. Tapi, kalau bisa saya usul jangan mendadak, hari ini sosialisasi besok pelaksanaannya. Ini jangan sampai terjadi, tapi harus sosialisasi sampai masyarakat mengerti,” tambah Inggeruhi. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Scroll to Top