Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Anggota Linmas di Merauke “dihukum” panjat pohon sawit oleh Kapolsek Muting

papua
Bejo, Linmas di Kampung Kumaf, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke – Jubi/IST

 

Papua No.1 News Portal
Merauke, Jubi- Sunarjo Bejo, warga Kampung Kumaf, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke yang juga relawan Covid-19 dan linmas di kampung tersebut, dipaksa Kapolsek Muting, Inspektur Dua (Ipda) Hamado memanjat pohon kelapa sawit.

Saat dihubungi Jubi Sabtu (6/6/2020) Sunarjo Bejo menuturkan, kejadian berlangsung di Posko Covid-19 Muting II pada Rabu 3 Juni 2020. “Saat itu saya bersama beberapa teman sedang bertugas di posko sebagai relawan covid-19,” ungkapnya.

Anggota Linmas di Merauke “dihukum” panjat pohon sawit oleh Kapolsek Muting 1 i Papua

Lalu dia melihat dari kejauhan, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.”Saya menuju ke tengah jalan dan mengangkat tangan sekaligus memberi isarat agar mobil dilarikan secara perlahan,” ungkapnya.

Begitu tiba di depan posko, pengemudi mobil menurunkan kaca mobil dan memelototi matanya. Beberapa saat kemudian, ia turun dari mobil dan menyuruhnya lari. “Dari situ baru saya tahu kalau beliau adalah polisi. Sehingga saya menyampaikan permohonan maaf,” katanya.

Disaat sedang lari, menurut Bejo, polisi yang ternyata menjabat Kapolsek Muting itu menyuruhnya memanjat pohon kelapa sawit. “Memang saya terjatuh saat naik di kelapa sawit,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Muting, Ipda) Hamado melalui telepon selulernya mengakui dirinya menyuruh Sunarjo Bejo memanjat pohon kelapa sawit pada Rabu (3/6/2020) sekitar pukul 15.30 WP. Karena bersangkutan memalang mobilnya di tengah jalan saat pulang melakukan patroli. Bahkan dia berdalih, Bejo menertawainya.

Loading...
;

“Dia (Bejo) meminta saya stop. Saya menghargai dan berhenti. Lalu dia tanyakan kepada saya, kamu mau kemana? Lalu saya jawab baru pulang melakukan patrol di Muting dan sekitarnya,” ujar Kapolsek.

Setelah memberikan penjelasan, bersangkutan tertawa. “Saya turun dari mobil dan menanyakan kenapa tertawa? Namun bukan menjawab tetapi berlari sambil menggoyang pantatnya. Sehingga saya menyuruhnya memanjat pohon kelapa sawit sebagai suatu tindakan fisik ,” ungkapnya.

Kapolsek mengakui jika Bejo terjatuh ke tanah setelah memanjat pohon kelapa sawit dengan ketinggian sekitar 1 meter. “Saya mendapatkan informasi dari kepala kampung maupun masyarakat, kalau Bejo mengalami gangguan jiwa,” klaimnya.

Tapi klaim itu dibantah sendiri oleh Bejo. “Saya waras. Tak mengalami gangguan jiwa. Jadi apa yang disampaikan kapolsek kalau saya mengalami gangguan jiwa itu tidak benar,” tegas Bejo kepada Jubi.

Namun demikian, persoalan itu menurut Kapolsek telah diselesaikan bersama kepala kampung serta Kepala Distrik Muting,” ujarnya.

Secara terpisah Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agustinus Ary P mengakui ada perselisihan Kapolsek Muting bersama salah seorang anggota Linmas disana dan itu semata-mata akibat salah paham..

“Itu adalah risiko ketika kita sedang melaksanakan tugas karena unsur kecapaian, jenuh dan kelelahan. Sehingga pasti mempengaruhi emosi seseorang,” katanya.

Kapolres mengakui kalau saat Kapolsek Muting pulang patroli, diberhentikan anggota Linmas. “Saya sudah telpon Kapolseknya dan telah diselesaikan,” ungkapnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top