Follow our news chanel

Previous
Next

Anggota MRP: Hentikan penangkapan mahasiswa Papua

Mahasiswa Papua Ditangkap
Sejumlah empat mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) ditangkap polisi di kampusnya pada Senin (15/6/2020). - IST
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Majelis Rakyat Papua atau MRP, Pdt  Nikolaus Degey STh meminta Kepolisian Resor Kota Jayapura segera membebaskan empat mahasiswa yang juga pengurus Badan Eksekutf Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura. Degey mendesak polisi berhenti mencampuri aktivitas mahasiswa di dalam lingkungan kampus.

Hal itu dinyatakan Degey menyikati penangkapan empat pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) oleh polisi pada Senin (15/6/2020) sekitar pukul 08.00 WP. Sejumlah empat mahasiswa yang ditangkap di kampus mereka itu adalah Marten Pakage, Semi Gobay, Albert Yatipai, dan Ones Yalak.

Marten dan teman-temannya ditangkap setelah mereka membuka Posko Mimbar Bebas Pembebasan Tapol Papua di kampusnya pada Sabtu (13/6/2020) lalu. Degey menilai langkah polisi menangkap keempat mahasiswa sebagai bentuk polisi mencampuri urusan kampus.

Baca juga: Empat mahasiswa USTJ ditangkap polisi di kampus

“Lingkungan kampus itu lingkungan akademik, jadi tidak perlu tangkap lah. Kalau tangkap, ini kan mencampuri urusan kampus,” kata Degey kepada Jubi.

Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Agama MRP itu menegaskan mimbar bebas yang menyuarakan tuntutan pembebasan tujuh tahanan politik (Tapol) Papua yang tengah diadili di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan di Kalimantan Timur itu harus dilihat sebagai bagian dari kebebasan akademi. Degey menyatakan mimbar bebas itu serupa dengan diskusi daring yang diikuti para tokoh Papua pada pekan lalu, dan sama-sama membahas beratnya tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap tujuh Tapol Papua di PN Balikpapan.

“Jadi, kalau mau tangkap, tangkap semua. Jangan hanya  empat mahasiswa USTJ saja yang ditangkap. Hukum harus adil. Kalau tidak bisa adil [dengan] menangkap semua [orang yang mendiskusikan masalah tujuh Tapol Papua], bebaskan saja empat anak itu,” kata Degey.

Loading...
;

Baca juga: MRP minta Presiden nasehati JPU dan majelis hakim Tapol Papua

Di tempat terpisah, advokat Emanuel Gobay selaku Koordinator Litigasi Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua menyatakan mimbar bebas di dalam Kampus USTJ itu tidak melanggar hukum, sehingga para penyelenggaranya tidak bisa ditangkap polisi. Gobay meminta keempat mahasiswa USTJ itu segera dibebaskan.

Ia menegaskan kegiatan ilmiah di dalam kampus dan kegiatan keagamaan dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu menyampaikan surat pemberitahuan penyampaian pendapat di muka umum, sebagaimana diatur Undang-undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. “Secara tegas disebutkan bahwa kegiatan akademik dan kegiatan keagamaan merupakan kegiatan yang dikecualikan dalam kewajiban pemberian surat pemberitahuan,” kata Gobay dalam keterangan pers tertulisnya.

Gobay menyatakan aparat penegak hukum di Papua wajib menghormati dan melindungi hak demokrasi warga negara yang dijamin UU Nomor 9 Tahun 1998. “Maka, sudah seharusnya empat orang mahasiswa USTJ  yang tangkap, Marthen Pakage, Semi Gobay, Albert Yatipai, Ones Yalak dibebaskan saja,” tegas Gobay.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top