HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Anggota MRP keluhkan aparat keamanan yang tinggal di gedung SD YPPK Titigi

Wakil Ketua Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua, Siska Abugau saat bertemu Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Paulus Waterpauw. - Jubi/Benny Mawel
Wakil Ketua Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua, Siska Abugau saat bersalaman dengan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Paulus Waterpauw. – Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi โ€“ Anggota Majelis Rakyat Papua utusan perempuan dari Kabupaten Paniai, Intan Jaya, dan Timika, Siska Abugauย bertemu Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw di Jayapura, Senin (30/12/2019). Abugauย meminta Kapolda Papua memindah aparat keamanan dari SD YPPK Titigi di Intan Jaya, karena kehadiran mereka bisa menghambat kegiatan belajar mengajar.

Saat bertemu Waterpauw, Abugau menyatakan ia membawa aspirasi warga sipil, pemerintah daerah, tokoh gereja, pemuda, mahasiswa, perempuan dan anak sekolah di Kabupaten Intan Jaya terkait konflik bersenjata yang terjadi di sana.

“Saya [menyampaikan ada sejumlah] aparat keamanan yang tinggal di gedung Sekolah Dasar YPPK Titigi,” kata Abugau usai bertemu Waterpauw.

Wakil Ketua Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua itu menyatakan dirinya khawatir keberadaan aparat keamanan tambahan yang tinggal di lingkungan SD YPPK Titigi mengganggu kegiatan belajar mengajar di sana. Abugau khawatir anak-anak dan para guru justru tidak akan berani datang ke sekolah, karena di sekolah banyak aparat keamanan.

Abugau menyatakan kebanyakan guru SD YPPK Titigi adalah pendatang, dan kebanyakan dari mereka takut untuk kembali mengajar di Titigi. “Guru pasti takut kembali. Situasi [itu] secara tidak langsung membunuh generasi masa depan [Papua],” ujar Abugau.

Ia menyatakan masyarakat berharap aparat keamanan yang diperbantukan di Intan Jaya tidak bertempat tinggal di gedung sekolah itu, dan segera mencari tempat tinggal baru. Apalagi, para guru dan murid di sana akan kembali masuk pada 6 Januari 2020, seusai libur Natal dan tahun baru.

Loading...
;

“Saya berharap [aparat keamanan] tidak tinggal di situ. Apa lagi itu tempat [pendidikan yang dikelola oleh Gereja]. Mereka harus pindah atau cari tampat lain sebelum tanggal 6 Januari,” kata Abugau.

Abugau menyatakan bila perlu Kapolda Papua lebih baik menarik pasukan tambahan dari Intan Jaya. Terlebih, aparat keamanan dari Kepolisian Resor Intan Jaya dan Komando Rayon Militer di Intan Jaya sudah banyak. “Kami berharap supaya aparat [yang diperbantukan di Intan Jaya] dipindah [dari sekolah itu], bila perlu ditarik kembali,” kata Abugau.

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw mengatakan guru tidak perlu takut kembali ke sekolah. Ia mengajak para guru di Intan Jaya untuk kembali ke sekolah dan mengajar lagi. “Kembali sudah. Lakukan aktivitas seperti biasa,” kata Waterpauw usai bertemu Abugau.

Menanggapi permintaan Abugau atau Polda Papua menarik pasukan tambahannya dari Intan Jaya, Waterpauw menyatakan pihaknya telah menarik pasukan tambahan dari Sugapa. Akan tetapi, Waterpauw akan mengecek ulang hal itu.

“Anggota kita yang di Sugapa sudah ditarik. [Akan tetapi] saya mau cek lagi [untuk memastikannya,” kata Waterpauw kepada jurnalis Jubi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa