Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Anggota MRP minta jemaat KINGMI jaga tanah dan manusia Papua

Anggota Majelis Rakyat Papua utusan Gereja Kemah Injil di Tanah Papua atau KIGMI, Pdt Nikolaus Degey STh. - Jubi/Benny Mawel
Anggota MRP minta jemaat KINGMI jaga tanah dan manusia Papua 1 i Papua
Anggota Majelis Rakyat Papua utusan Gereja Kemah Injil di Tanah Papua atau KIGMI, Pdt Nikolaus Degey STh. – Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Majelis Rakyat Papua utusan Gereja Kemah Injil di Tanah Papua atau KIGMI, Pdt Nikolaus Degey STh mengajak jemaat KIGMI kembali ke kampung masing-masing untuk menjaga tanah dan manusia Papua. Ajakan itu disampaikan Pdt Nikolaus Degey saat menjalani reses bersama jemaat gereja KIGMI Imanuel  kota Jayapura pekan kemarin.

Ia menyatakan dalam reses itu ia menemui 500 jemaat beserta sepuluh pendeta yang akan kembali ke keluarga inti, marga atau keret, suku dan wilayah dan gereja masing-masing. “Saya reses ke Sinode KIGMI di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, dalam rangka sosialisasi penyelamatan tanah dan manusia Papua,” kata Pdt Nikolaus Degey S.Th kepada jurnalis Jubi di Jayapura, Senin (16/12/2019).

Anggota MRP minta jemaat KINGMI jaga tanah dan manusia Papua 2 i Papua

Pdt Nikolaus Degey menyatakan agenda penyelematan tanah dan manusia Papua sangat penting, lantaran orang Papua diberi kuasa untuk menjaga dan mengelolanya. Agenda itu juga penting untuk mempertahankan keberadaan orang Papua dari generasi ke generasi.

“Kita harus jaga karena [tanah dan keberadaan orang Papua merupakan] warisan leluhur. [Kita harus menjaganya demi] kehidupan kita saat ini dan anak cucu nanti,” kata Degey.

Degey mengingatkan jika orang Papua lalai menjaga tanah, masa depan orang Papua akan suram. Ia menyatakan berbagai akibat buruk dari kelalaian orang Papua menjaga warisan tanah sudah terlihat. Tanpa tanah, orang Papua tidak punya warisan dan kehidupan di negeri nenek moyangnya sendiri.

“Orang Papua mulai tersingkir karena Investasi kelapa sawit, pertambangan dan perumahan yang terus berjamur. Gejala [orang Papua tersingkir] itu lebih kelihatan di Kota Jayapura,” ujar Degey. Ia menegaskan kondisi orang Papua di Kota Jayapura harus menjadi pelajaran bagi warga jemaat KIGMI yang kebanyakan merupakan masyarakat adat dari Wilayah Adat Meepago dan Lapago.

Loading...
;

Ketua Kelompok Kerja Adat Majelis Rakyat Papua, Demas Tokoro mengatakan tanah adalah harta karun orang asli Papua yang tidak tergantikan dengan apapun. Tanah itu harus dijaga agar menjadi harta karun untuk anak cucu orang Papua.

Tokoro meminta setiap orang Papua memahami agenda utama Majelis Rakyat Papua untuk menyelamatkan tanah dan manusia Papua. Komitmen untuk menghentikan jual beli tanah menjadi bagian utama dari agenda penyelematan itu. “Itu warisan nenek moyang. Kalau kita jual hari ini, hilang untuk selamanya. Kita tidak punya harta lagi,” kata Tokoro.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top