Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Anggota MRP: Sawit itu tumbuhan setan, bukan tanaman orang Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), John Wob menyerukan seluruh rakyat Papua menyatukan pendapat, langkah dan tindakan untuk memusnahkan seluruh tanaman yang tidak ada hubungan dengan kehidupan orang Papua. Salah satunya Sawit.

"Kelapa Sawit ini bukan tumbuhan totem. Ini setan-setan dorang yang tanam ini,"kata Wob dalam diskusinya dengan jurnalis Jubi di Abepura, kota Jayapura, Papua, Rabu (29/08/2018).

Anggota MRP: Sawit itu tumbuhan setan, bukan tanaman orang Papua 1 i Papua

Kata dia, tumbuhan yang berhubungan dengan orang Papua itu hanya Kelapa dan Sagu. Ironisnya tanaman itu justru sedang dibabat demi perkebunan Kelapa sawit. Kelapa itu, menurut dia, totemnya marga Gebze dan Sagu totemnya marga Mahuze.

Karena itu, kata dia, marga-marga ini mulai merasa terancam. Karena, hutan Sagu, Kelapa sudah mulai habis. Bukan hanya habis, Kelapa- Sagu yang tumbuh di wilayah keramat yang berhubungan langsung dengan kisah penciptaan, juga ikut dibabat.

Ketika hutan Sagu habis, marga lain yang berhubungan dengan binatang yang ada di hutan Sagu, Kelapa, dan hutan lainnya mulai lari. Burung Kasuari, binatang totemnya marga Samkakay, Ndiken burung Ndiken, mulai mengungsi mencari perlindungan.

"Mereka makin jauh dari manusianya. Orang-orang sudah tidak merasa dekat dengan rohnya karena kicauan burung tidak terdengar lagi,"tegasnyanya.

Loading...
;

Kata dia, pembabatan hutan, pengusiran hewan-hewan yang menjadi bagian dari orang Papua ini menjadi ancaman serius. Ancaman serius bagi orang Papua yang sudah menyatu dengan alam dan dunianya.

"Saya bisa bilang ini pembunuhan terhadap orang Papua secara sistematis, terstruktur dan masif yang berlangsung,"ujarnya.

Karena itu, MRP sebagai lembaga kultural orang Papua, sudah menyerukan "selamatkan hutan dan manusia Papua". Seruan ini sudah dikeluarkan sejak tahun lalu.

"Kita baru mulai bertindak. MRP punya kewajiban melindungi dan memusnahkan tumbuhan milik setan, Kelapa Sawit,"tegasnya.

Kata dia, alasan itu yang mendasari dirinya hadir dalam proses pemalangan lokasi PT BIA di kampung Muting, Merauke Papua, Senin (28/08/2018).

"Kita mulai dari Merauke dan sampai ke Sorong. Kita harus bersatu musnahkan semua tanaman dan rencana setan,"tegasnya.

Niko Tefo Mahuze, ketua Marga mengatakan pemalangan itu dilakukan dengan alasan kehidupan suku dan marga yang terancam. Ancaman secara jasmani maupun rohani.

"Kalau mereka bangun, hutan sagu sudah habis, limbah perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit ini pasti tercemar. Pasti rakyat saya yang kena,"tegasnya.

Kata dia, karena itu, pihaknya menutup perusahaan yang tidak menguntungkan itu. Perusahaan yang merusak kehidupan dengan mencari keutuhan baginya, dengan mengorbankan orang lemah.

"Kita mau kita hidup aman di negeri kami. Kami tidak mau habis,"tegasnya kepada jurnalis Jubi.(*)

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top