TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Anggota polisi di Sorong Selatan diduga aniaya warga

Nikolas Kemerai (46 tahun) saat menceritakan kejadian kepada sanak saudara. - Ist

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota polisi di Polres Sorong Selatan, Papua Barat, berinisial OD diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu warga sipil Nikolas Kemerai (46 tahun) yang berdomisili di Kampung Bariat, Kabupaten Sorong Selatan.

Menurut Ferry Onim, aktivis Aliansi Masyarakat Adat Sorong Selatan yang mendampingi korban, pada Desember 2020 lalu diduga OD memberikan minuman alkohol (minol) lokal jenis Cap Tikus (CT) sebanyak 20 liter kepada Nikolas, dengan perjanjian bahwa Nikolas harus menukarnya dengan dua pohon kayu besi.

Namun pada Selasa (20/7/2021), kata dia, saat penebangan pohon besi berlangsung, keluarga Nikolas menghalangi operator gergaji mesin. Operator tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada majikannya (OD).

“OD marah dan pergi ke rumah Nikolas pada Kamis (20/7/2021) pukul 16.00 WP. OD menggunakan pakaian preman dan memegang senjata laras panjang, sampai di rumahnya Nikolas, OD memanggil Nikolas dengan suara keras, Nikolas pun menjawab, (setelah itu) OD menendang Nikolas sebanyak tiga kali dan Nikolas jatuh ke tanah,” kata Ferry Onim, kepada Jubi melalui telepon selulernya, Selasa (27/7/2021).

Ia menjelaskan, saat kejadian diduga OD dalam keadaan dipengaruhi minol. OD juga langsung mengeluarkan senjata api yang dibawanya, kemudian menembak ke arah Nikolas sebanyak lima kali. Jarak antara OD dan Nikolas sekitar satu meter.

“Namun Nikolas lompat-lompat, sehingga tidak kena peluru. Ketika pelurunya habis, OD mengambil parang dan hendak memotong Nikolas. Akhirnya Nikolas melarikan diri ke hutan,” katanya.

Lanjutnya, kejadian tersebut sempat disaksikan Adrianus Kemerai selaku Kepala Kampung Bariat, juga beberapa keluarga Nikolas lainnya.

“Tiga butir peluru diamankan oleh pihak Reskrim sebagai barang bukti, dan dua buah peluru diambil sebagai barang bukti (untuk) keluarga korban,” katanya.

“Pihak keluarga sangat menyesal terhadap tindakan OD yang membabi buta terhadap Nikolas. Keluarga berharap Kapolres Sorong Selatan segera mengusut tuntas kasus ini sampai sidang Kode Etik di Propam Polri,” tambahnya.

Sebagai anak negeri Sorong Selatan, katanya, pihaknya mengutuk keras tindakan premanisme terhadap warga sipil. Ia mengatakan, anggota polisi tersebut diduga pula sebagai distributor minol di daerah itu, sebab CT pemberiannya itu diduga adalah dagangannya.

“Kami sudah laporkan ke kepolisian. Kami minta kepada Kapolres Sorong Selatan dan Kapolda Papua Barat, untuk mengambil tindakan keras terhadap anggota polisi atas nama OD. Sehingga menjadi pelajaran untuk anggota lain yang saat ini berada di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Bariat, Adrianus Kemerai, mempersoalkan terkait penjualan minol untuk mencari keuntungan dari warga, kemudian melakukan tindakan penganiayaan kepada masyarakat di Kampung Bariat.

“Pertanyaan saya adalah apakah gaji dari anggota polisi itu kurang menjamin kehidupannya, sehingga dia bisa melakukan bisnis penjualan miras secara iIegal, dan juga mengajak masyarakat untuk melakukan bisnis penjualan minuman keras ini?” katanya.

Padahal menurutnya, di Kabupaten Sorong Selatan itu pihak penegak hukum sendiri yang selalu melakukan razia minuman keras secara rutin, kemudian memusnahkannya.

“Melarang masyarakat menjual minuman. Ketika masyarakat dilarang jual minuman keras, ternyata ada anggota Polri yang melakukan penjualan minuman (keras) lagi kepada masyarakat,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Sorong Selatan, AKBP Choiruddin Wachid, ketika dikonfirmasi tidak memberikan jawaban. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us