Follow our news chanel

Anggota Polri diduga jual Togel di Distrik Sinak resahkan warga

Foto ilustrasi. - pixabay.com

 

Anggota Polri diduga jual Togel di Distrik Sinak resahkan warga 1 i Papua
Foto ilustrasi judi loto. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Petrus Kogoya meminta Kapolres Puncak Jaya, tegas menegur anggotanya yang menjual Toto gelap (togel), biliard, cemi-cemi, dadu dan sebagainya. Dampak dari semua permainan ini masyarakat pemalas bekerja kebun. Permainan tersebut dibuka sampai jam 1-2 malam.

“Saya sebagai pimpinan wilayah sudah menegur sejak bulan November 2019. Namun mereka masih berjualan togel. Kemudian tanggal 7 Desember 2019 secara lisan saya sudah menyampaikan juga. Saya harap agar Kepala Kepolisian Daerah Papua (Polda) menegur Polres Puncak Jaya untuk menutup permainan yang merugikan masyarakat di Distrik Sinak,” katanya kepada Jubi, melalui sambungan selulernya, Selasa (17/3/2020).

Kogoya mengatakan, pihak gereja dan pemerintah daerah sudah melarang aparat keamanan untuk berjualan segala macam perjudian, namun aparat tidak mengindahkan permintaan gereja dan pemerintah.

“Kami harap kepada petinggi Polisi maupun Brimob menegur anggotanya. Pada bulan November Bupati Puncak Wilem Wandik sudah melarang untuk menjual togel. tetapi mereka tidak mendengarkan bupati, jadi layaknya pimpinan polisi yang harus menegur anggotanya,” katanya.

Kogoya mengatakan, ada bandar togel yang juga seorang aparat keamanan. Memukul dan merendam sorang warga di kolam ikan. Warga tersebut dicurigai mencuri uang sang bandar. ”Saya khawatir, ke depan masyarakat lain bisa menjadi korban hanya karena permainan judi togel ini,” katanya.

Loading...
;

Adanya perjudian toto gelap, dia juga khawatir apabila masyarakat menyalahgunakan dana desa dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. “Dampaknya kampung tidak akan maju,” ujarnya.

Salah seorang warga Sinak, membenarkan soal ada permainan toto gelap dan sejenisnya. Hal ini membuat masyarakat sangat aktif bermain togel. “Toto gelap hadir di Sinak Tahun 2019, sebelumnya tidak ada. Biasanya masyarakat bermain Volly tapi ini perubahan yang buruk,” katanya.

Kapolres Puncak AKBP Dicky, mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai aparat kepolisian yang terlibat penjualan togel di Kampung Gigobak, Distrik Sinak Kabupaten Puncak.

“Untuk memastikan informasi ini, kami akan rencanakan kunker ke Polsek Sinak dan sekaligus cek informasi terkait penjualan togel,” katanya.

“Apabila ada masyarakat yang menjual, mindset atau cara berfikir harus diubah. Agar masyarakat tidak tergantung pada hasil permainan toto gelap atau togel,” katanya.

Dicky mengatakan, untuk memberantas persoalan sosial perlu ada kerjasama dengan tokoh-tokoh agama. Tidak cukup sekedar imbauan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal ketika menanggapi pesan jurnalis Jubi, mengakui belum mendapatkan informasi dari lapangaan terkait anggota polisi yang menjual toto gelap di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. “Saya belum mendpatkan info, kalau ada nama anggotanya…?” tanyanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top