Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Angka kekerasan anak di dunia mencapai miliaran per tahun

papua
Ilustrasi perempuan dan anak, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Data terbaru yang dilaporkan oleh WHO, Unesco dan Unicef menyebutkan separuh dari total populasi anak di dunia atau sekitar satu miliar anak mengalami kekerasan. Kekeraran itu mulai fisik, seksual, psikologis, cedera, menjadi disabilitas hingga meninggal dunia. Laman resmi WHO, Jum’at, (19/6/2020), menyebutkan kekerasan terhadap anak tersebut disebabkan negara gagal mengimplementasikan strategi dan kebijakan yang telah dibuat untuk melindungi anak-anak.

Baca juga : Kolombia curigai penggunaan data anak oleh TikTok

Angka kekerasan anak di dunia mencapai miliaran per tahun 1 i Papua

Afrika waspadai peningkatan buruh anak di tengah pandemi corona

Kemajuan dan kendala dalam memajukan hak-hak anak di Pasifik

Dalam laporan bertajuk Laporan Status Global tentang Pencegahan Kekerasan terhadap Anak Tahun 2020, terungkap 88 persen atau hampir semua negara di dunia telah memiliki undang-undang perlindungan anak dari kekerasan. Namun hanya kurang dari separuhnya atau 47 persen negara yang mengatakan penegakan hukum telah dijalankan.

“Tidak pernah ada alasan untuk kekerasan terhadap anak-anak. Kami memiliki alat berbasis bukti untuk mencegahnya, yang kami minta kepada semua negara untuk menerapkannya,” kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Loading...
;

Melindungi mulai dari kesehatan dan kesejahteraan anak-anak adalah inti dari melindungi kesehatan dan kesejahteraan sejak sekarang dan untuk masa depan.

Dalam laporan itu disebutkan sebanyak 40.150 anak usia 0 sampai 17 tahun meninggal dunia akibat kekerasan secara global. Sebanyak 28.160 anak laki-laki dan 11.190 adalah anak perempuan. Hampir tiga dari empat anak atau sekitar 300 juta anak-anak mengalami hukuman fisik atau kekerasan psikologis yang didapatinya dari orang tua ataupun pengasuh.

Laporan itu juga mengungkap seperempat anak di dunia dengan usia di bawah lima tahun tinggal bersama ibu yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Satu dari tiga anak usia 11 sampai 15 tahun mengalami perundungan dalam sebulan terakhir di sekolahnya. Sedangkan anak usia 13 sampai 15 tahun mengalami perkelahian fisik dalam satu tahun terakhir. Paling banyak dilakukan oleh anak laki-laki sebesar 45 persen dan anak perempuan 25 persen.

Laporan itu juga mengungkap sebanyak 120 juta anak perempuan dan remaja putri di bawah 20 tahun mengalami pelecehan seksual. Orang dewasa yang pernah mengalami kekerasan fisik, seksual, dan psikologis saat anak-anak memiliki kemungkinan tujuh kali lebih banyak untuk terlibat dalam tindakan yang sama sebagai pelaku. Atau memiliki kemungkinan 30 kali lebih banyak untuk melakukan percobaan bunuh diri. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top