TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Antisipasi risiko banjir bandang, 4 sungai di CA Cycloop dipantau

Cagar Alam Cycloop Papua
Perkampungan warga dan Danau Sentani yang berada di sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop atau Robhong Holo. – Jubi/Timo Marten

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah empat aliran sungai yang berhulu di Cagar Alam Pegunungan Cycloop terus dipantau untuk mengantisipasi risiko terjadinya banjir bandang pada musim penghujan kali ini. Pemantauan itu dilakukan dengan menerbangkan drone atau pesawat nirawak yang merekam kondisi empat aliran sungai itu.

Hal itu dinyatakan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Edward Sembiring kepada Jubi pada Senin (8/2/2021). Menurutnya, pemantauan empat aliran sungai itu dilakukan oleh tim bersama BBKSDA Papua, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Memberamo, dan Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MMP) Resort Sentani.

Sembiring menyatakan pemantauan itu dilakukan pada Kamis (4/2/2021) dan Sabtu (6/2/2021). Dalam pemantauan kedua itu, tim menerbangkan dua drone. Drone itu antara lain merekam kondisi 800 meter aliran Sungai Taruna, Kelurahan Hinekombe, Kabupaten Jayapura. “[Di] Sungai Taruna,  tim memantau sejauh 800 meter dari batas kawasan. Kondisi air keruh, namun mengalir normal. Tim memastikan tidak terdapat longsoran yang berpotensi menutup badan sungai,” kata Sembiring.

Tim juga memantau kondisi 700 meter aliran Sungai Makanuay di Kampung Doyo Baru dan kondisi 800 meter aliran Sungai Sereh di kawasan Air Terjun Pos Tujuh, Kampung Sereh. Debit air di kedua sungai juga dalam keadaan normal, dengan air sungai yang keruh. Di kedua sungai itu tidak ditemukan longsoran yang bisa menghambat aliran air sungai.

Baca juga: Cagar Alam Cycloop tetap rusak parah

Saat memantau aliran Sungai Eboy di Kelurahan Toladan hingga sejauh 300 meter dari batas luar kawasan, tim menemukan debit aliran Sungai Eboy normal, dengan air sungai yang keruh. Akan tetapi, di salah satu anak Sungai Eboy yang mengering, tim menemukan longsoran.

Informasi yang dihimpun MMP Resort Sentani menyatakan longsoran anak Sungai Eboy terletak sekitar 2,5 kilometer dari batas kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Longsoran itu berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, di luar kawasan cagar alam, namun masuk dalam zona penyangga Cagar Alam Cycloop.

Longsoran ini sebenarnya merupakan guguran longsor tahun lalu, dan bukan longsoran baru. Akan tetapi, longsoran itu berpotensi menutup aliran anak Sungai Eboy itu, terutama saat hujan deras yang akan membuat aliran air Sungai Eboy mencapai anak sungai itu. “Itu berpotensi membawa material ke tempat yang lebih rendah, sehingga perlu diwaspadai,” kata Sembiring.

Pada Sabtu, pemantauan lapangan Sungai Eboy terkendala masalah cuaca. Tim berencana melanjutkan pemantauan langsung di lapangan pada Senin ini, namun kembali terhalang cuana yang tidak mendukung. “Rencana besok [Selasa] pagi [tim] naik (ke CA Cycloops) dan bermalam atau berkemah di hutan,” kata Sembiring.

Baca juga: Masuk puncak musim hujan, warga diminta waspada longsor dan banjir

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan jeli terhadap tanda-tanda alam. Kewaspadaan itu dibutuhkan dalam memitigasi risiko bencana, agar kerugian yang terjadi dalam peristiwa banjir bandang Sentani pada 16 Maret 2019 tidak terulang.

“Kita sama-sama berdoa, semoga tidak akan terjadi lagi banjir bandang. Kalaupun terjadi, kita sudah punya persiapan, sehingga bisa meminimalkan dampaknya. Semoga situasi tetap kondusif dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray menyatakan sejak 3 Februari 2021 malam masyarakat cukup panik melihat hujan ekstrem yang terjadi di Kabupaten Jayapura. Ormuseray menyatakan banjir sudah terjadi di Yongsu Desoyo, meskipun tidak separah tahun 2019 dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Harapan kami, dengan langkah-langkah yang kami lakukan ini, dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat di Kota dan Kabupaten Jayapura. Mereka bisa mendapatkan informasi yang akurat, sehingga dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir,” kata Ormuseray, sebagaimana dikutip dari siaran pers tertulis BBKSDA Papua. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending


Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us