Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Antrean toko swalayan di Kota Jayapura akan dibatasi saat New Normal

swalayan papua
Karyawan salah satu toko swalayan di Abepura sedang menyemprotkan cairan disinfektan pada tempat belanjaan yang sering digunakan pembeli. - Jubi/Ramah
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Jayapura, Yohanis Wemben, mengusulkan agar jumlah pengunjung di toko swalayan dibatasi maksimal 100 orang sekali masuk saat penerapan New Normal (Normal Baru) nanti.

“Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus korona sehingga tidak menambah jumlah kasus yang positif lagi,” ujar Wemben di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (12/6/2020).

Menurut Wemben, saat pemberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat, yang berdampak pada aktivitas warga mulai dari pukul 6 pagi sampai 2 siang, pengunjung di toko swalayan berdesak-desakan.

Antrean toko swalayan di Kota Jayapura akan dibatasi saat New Normal 1 i Papua

“Dengan mengurangi jumlah pengjung dapat mencekah kerumunan massa di dalam toko swalayan. Normal Baru sudah seharusnya aktvitas juga baru, demi kesehatan kita semua,” ujar Wemben.

Wemben berharap, hal ini dapat dimaklumi oleh warga sebagai pembeli dan para pengusaha toko swalayan guna mencegah wabah virus korona gelombang kedua di masa penerapan normal baru di Kota Jayapura.

“Kayawan toko swalayan harus diberikan tanda pengenal sudah melakukan rapid test. Ini merupakan kewajiban dari pemilik toko. Begitu juga dengan pembeli, saat masuk juga harus diberikan tanda pengenal saat berbelanja,” ujar Wemben.

Wemben menambahkan, agar rapid test atau uji cepat virus korona didekatkan dengan pusat-pusat perbelanjaan. Tujuannya memudahkan warga mengakses pelayanan rapid test.

Loading...
;

Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, selama ini rapid test virus korona sudah dilakukan Pemerintah Kota Jayapura, dan warga yang sudah melakukannya diberikan tanda pengenal.

“Contohnya di Pasar Hamadi, masing-masing pedagang sudah punya kartu pengenal (warna hijau negatif) dan warga kuning reaktif. Usulan ini, kami sampaikan kepada pimpinan dalam hal ini Pak Wali Kota,” ujar Awia.

Menurut Awi, meski perberlakuan tersebut sangat berat, namun tetap harus dilaksanakan demi memutus rantai penyebaran virus korona.

Salah satu pengusaha Holamart, Herbert Loncoln, memastikan semua karyawan di toko swalayan yang dipimpinnya sudah melakukan rapid test.

“Memang berat tapi harus dilakukan di masa pandemi virus korona saat ini. Pasti ada pengurangan jumlah pengunjung tapi itu semua demi kesehatan kita bersama. Kami sangat mendukung kebijakan pembatasan jumlah pengunjung di toko swalayan,” ujar Lincoln. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top