Follow our news chanel

APAP Nabire ingin membuat pelatihan pemasaran daring untuk Mama-mama Papua

APAP Mama-mama Papua
Para aktivis APAP Nabire mendiskusikan program pemberdayaan Mama-mama Papua. – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Asosiasi Pedagang Asli Papua atau APAP Nabire telah mengagendakan sejumlah program kerja untuk memberdayakan Mama-mama Papua yang berdagang. Selain akan mendorong koperasi para Mama-mama Papua, APAP Nabire juga ingin membuat pelatihan pemasaran daring atau online.

Hal itu dinyatakan Juru Bicara APAP Nabire, Mikael Kudiai, di Nabire, Sabtu (12/9/2020). Menurutnya, program kerja APAP Nabire telah disepakati dalam Rapat Kerja APAP pada Agustus 2020 lalu.

“Kami sudah bahas program untuk Mama-mama Papua. Program kerja itu mengakomodir keseluruhan [kebutuhan] orang asli Papua yang berjalan di seluruh pasar-pasar yang tersebar di seluruh Nabire,” Kata Kudiai.

Selain mendorong koperasi dan membuat pelatihan pemasaran daring, APAP juga berencana melakukan pendampingan untuk meningkatkan kewirausahaan para Mama Papua. APAP Nabire juga akan melakukan pelatihan ekonomi kreatif bagi para Mama-mama Papua.

Dalam memberikan pendampingan, APAP Nabire telah memberikan pelatihan pengelolaan keuangan Mama-mama Papua. Pelatihan itu diberikan agar Mama-mama Papua mampu menyisihkan pendapatan kotornya untuk memperbesar modal usaha, sehingga usahanya semakin berkembang. “Program-progam ini yang kita ingin jalankan untuk Mama-mama Papua. Mereka perlu pendampingan,” tutur Kudiai.

Baca juga: APAP tagih janji Pemkab Nabire bangun pasar Mama-mama Papua

APAP Nabire berharap generasi muda ikut membantu untuk mendiskusikan dan turut melaksanakan program kerja APAP Nabire. “Kami akan mendorong anak-anak muda untuk bersama-sama, dan berdiskusi untuk melaksanakan apa  yang sudah diprogramkan. [Kami akan] menjaring solidaritas untuk menjadikan persoalan mama-mama menjadi program prioritas,” kata Kudiai.

Loading...
;

Ia juga berharap APAP Nabire dapat menjadi mediator bagi para Mama Papua dan Pemerintah Kabupaten Nabire, karena APAP Nabire menilai pemerintah daerah tidak memahami kebutuhan Mama-mama Papua. Hal itu penting untuk membuat program dan proyek pemerintah daerah tepat sasaran dan menjawab kebutuhan Mama-mama Papua.

“Pemerintah hanya pikir anggaran, lalu kasih bantuan, tetapi tidak tepat sasaran. Saya ambil contoh, mana hasil dana bantuan [modal] yang sudah diberikan kepada Mama-mama? Mari kita cek kalau ada yang berhasil,” tuturnya.

Humas APAP, Fransiskus Yogi juga menilai pemerintah daerah tidak memahami karakter Mama-mama Papua. Yogi mencontohkan, pemerintah daerah sering menganggap pilihan para Mama-mama Papua berjualan di lantai dengan memakai alas karung ketinggalan jaman.

“Padahal itu sudah menjadi karakter mereka. Perlu dicari, seperti apa [sebenarnya] keinginan mereka. Sebenarnya, mau jualan di meja, atau di lantai, [itu] tinggal bagaimana cara menatanya, [dengan memperhatikan tradisi dan budaya [Mama-mama Papua],” tambah Yogi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top