Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

APBD Papua defisit, anggaran proyek tidak ditambah, proyek dihentikan sementara

APBD-P Papua 2020
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menyerahkan dokumen APBD-P kepada Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw dalam rapat paripurna DPR Papua pada Senin (14/9/2020). - Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua tidak akan menganggarkan tambahan dana proyek atau pekerjaan fisik kategori besar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan atau APBD-P Papua 2020. Semua proyek yang sedang berjalan akan dihentikan sementara, dan dibayar sesuai tahapan pembangunan yang tercapai pada saat proyek dihentikan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal usai mengikuti rapat paripurna penetapan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Papua tentang APBD-Perubahan 2020 yang digelar DPR Papua di Jayapura, Senin (14/9/2020). Ia meminta pekerjaan besar dihentikan dulu pada September, dan dibayar sesuai presentase apa yang sudah dikerjakan.

Jika sampai September 2020 pelaksanaan pekerjaan fisik sudah mencapai 80 persen, pelaksana akan menerima pembayaran senilai 80 persen dari total anggaran awal proyek itu. “Jadi di APBD-P ini, anggaran untuk pekerjaan fisik besar kami geser dulu. Nanti [dalam penyusunan] APBD induk 2021, baru secara rasional dan objektif akan dilihat apa yang menjadi kebutuhan ke depan, ” ujar Tinal.

APBD Papua defisit, anggaran proyek tidak ditambah, proyek dihentikan sementara 1 i Papua

Tinal menyatakan langkah itu diambil untuk mengurangi defisit anggaran yang terjadi dalam perhitungan APBD-Perubahan Papua 2020. Dalam laporannya pada rapat paripurna DPR Papua, Tinal menyatakan perhitungan anggaran Pemerintah Provinsi Papua mengalami defisit, karena target pendapatan dalam APBD Papua 2020 diperkirakan tidak tercapai. Besaran ABPD Papua 2020 senilai Rp14 triliun lebih telah direvisi menjadi Rp13 triliun lebih dalam penyusunan APBD-P Papua 2020.

Baca juga: Realokasi APBD Papua untuk penanganan korona capai triliunan rupiah

Tinal menyatakan langkah untuk menghentikan berbagai proyek skala besar juga diharapkan akan memutus rantai penularan virus korona, mengingat sebagian besar tenaga kerja konstruksi di Papua berasal dari luar Papua.  “Agar tidak terjadi cluster baru di tengah pandemi ini, pekerjaan atau proyek fisik besar kami minta dihentikan sementara,” kata Tinal.

Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw mengatakan dalam APBD-P Papua 2020 pihaknya akan mengevaluasi seluruh anggaran pekerjaan fisik yang berjalan. “Pada sisa tahun ini, penggunaan anggaran hanya efektif dua bulan. Tidak perlu membuat proyek besar, agar anggaran yang ada bisa terserap dengan baik,” katanya.

Loading...
;

Rouw menyatakan semua sisa anggaran dari berbagai proyek yang dihentikan akan digunakan untuk menjadi proyek padat karya. Proyek padat karya itu diharapkan membuat masyarakat bisa memiliki tambahan penghasilan pada masa pandemi Covid-19.

“Kami harap dengan adanya program padat karya, masyarakat bisa bekerja dan mendapat penghasilan, baik di sektor ekonomi, pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Kami harap, apa yang dilakukan pemerintah dalam sisa tiga bulan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top