Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Arab Saudi dan China kerja sama mengolah bahan baku nuklir

Ilustrasi, atom nuklir, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemerintah Arab Saudi disebut membangun fasilitas pengolahan bijih uranium menjadi bahan baku nuklir, yellow cake atau urania, dengan bantuan China.  Middle East Monitor yang mengutip surat kabar Wall Street Journal, Minggu (16/8/2020) menyebut Saudi membangun fasilitas untuk mengolah uranium menjadi urania yang merupakan bahan baku bahan bakar nuklir di dekat kota Al Ula.

Lokasi produksi berada di tengah padang pasir. yang dilaporkan sangat rahasia. Selain itu produksi bahan nulklir kini menarik perhatian bagi para sekutu Saudi, terutama negara-negara blok Barat. Mereka khawatir fasilitas itu digunakan sebagai salah satu upaya Saudi untuk mengembangkan program nuklir untuk dijadikan senjata.

Arab Saudi dan China kerja sama mengolah bahan baku nuklir 1 i Papua

Apalagi dua tahun lalu Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, pernah berjanji bahwa mereka akan melakukan langkah yang sama jika Iran mengembangkan bom nuklir.

Baca juga : Mengenang Hiroshima, mengenang warisan nuklir di Pasifik

Isu UU kompensasi uji coba nuklir dan desakan Maohi agar Prancis meminta maaf

Rusia lengkapi senjata nuklir hipersonik dan pesawat nirawak angkatan laut

Loading...
;

Urania diperoleh dengan mengolah bijih uranium. Nantinya bahan itu bisa diperkaya dengan beragam metode untuk menghasilkan bahan bakar bagi pembangkit listrik. Jika jumlah pengkayaan lebih besar, maka bisa dijadikan bahan baku senjata nuklir.

Kementerian Energi Arab Saudi membantah laporan Wall Street Journal yang menyatakan mereka membangun fasilitas pengolahan bijih uranium. Namun, mereka tidak menampik bahwa menyewa perusahaan China untuk melakukan eksplorasi uranium di negara mereka.

Tercatat Amerika Serikat yang menjadi sekutu terkuat Saudi pernah melaporkan mereka cemas soal pengolahan uranium Saudi. Komisi Kongres AS pada Mei 2019 pernah menerbitkan laporan yang isinya memperingatkan pemerintahan Presiden Donald Trump supaya tidak mengizinkan perusahaan AS menawarkan teknologi nuklir kepada Saudi, jika negara itu tidak meneken perjanjian bahwa tidak akan menggunakan program mereka untuk membuat senjata. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top