TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

AS tarik semua tentaranya dari Afghanistan

Papua, tentara AS
Tentara AS dengan anak di Afganistan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kabul, Jubi – Amerika Serikat menarik semua tentaranya dari Afghanistan pada Senin, (31/8/2021) kemarin. Kebijakan itu untuk mengakhiri perang selama 20 tahun yang berujung pada kembalinya Taliban ke puncak kekuasaan di negara itu.

AS dan sekutunya di NATO dipaksa keluar dengan tergesa-gesa. Proses evakuasi berlangsung kacau dan mereka meninggalkan ribuan warga Afghanistan yang pernah membantu mereka dan layak untuk dievakuasi. Sedangkan Taliban merayakan kepergian tentara AS dengan tembakan di Kabul.

“Tentara AS terakhir telah meninggalkan bandara Kabul dan negara kami memperoleh kemerdekaan penuh,” kata juru bicara Taliban Qari Yusuf, kepada Al Jazeera TV Senin, (30/8/2021) kemarin.

Baca juga : Pascaserangan Iran, 50 tentara AS alami gegar otak akut  

Ratusan tentara Afganistan tewas dan terluka oleh serangan Taliban

Tentara junta Myanmar disebut tewas ditangan milisi rakyat

Presiden AS Joe Biden menyatakan dunia akan memegang janji Taliban untuk menjamin keselamatan mereka yang ingin meninggalkan Afghanistan.

“Sekarang, kehadiran militer kami selama 20 tahun di Afghanistan telah berakhir,” kata Biden, seraya berterima kasih kepada militer AS karena telah melakukan misi evakuasi yang berbahaya.

Kembalinya tentara AS ini akan disambut dalam penyampaian pidato pada rakyat Amerika pada Selasa sore ini.

Keputusan untuk menarik semua pasukan pada 31 Agustus telah menuai kritik tajam dari berbagai pihak atas penanganan Afghanistan sejak Taliban mengambil alih Kabul awal bulan ini.

Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Frank McKenzie,  mengatakan kepada Pentagon bahwa kepala diplomat AS di Afghanistan, Ross Wilson, berada dalam pesawat C-17 terakhir.

“Setiap anggota tentara AS sekarang keluar dari Afghanistan. Saya dapat mengatakan itu dengan kepastian 100 persen,” katanya.

Dua pejabat AS mengatakan staf diplomatik “inti” termasuk di antara 6 ribu orang Amerika yang kembali. McKenzie mengatakan penerbangan terakhir tidak menyertakan 250 warga Amerika yang ingin pergi namun tidak bisa mencapai Bandara.

“Ada banyak kesedihan terkait dengan kepergian ini. Kami tidak membawa semua orang yang ingin kami keluarkan. Tapi saya pikir jika kami bertahan 10 hari lagi pun, kami tidak akan bisa mengeluarkan semua orang,” kata McKenzie. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us