ASN Papua diminta tak pesimis dalam menuntut ilmu

Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen. - Jubi/Alex
ASN Papua diminta tak pesimis dalam menuntut ilmu 1 i Papua
Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen. – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aparatur Sipil Negara atau ASN di lingkungan Pemerintahan Provinsi Papua diminta untuk tidak ragu atau pesimis dalam menuntut ilmu lewat pendidikan formal di. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosinaen usai menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Sosial di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Sabtu (29/2/2020).

Menurutnya, ASN harus memiliki semangat untuk terus menambah ilmu pengetahuannya. “Bagi saya pendidikan itu tidak mengenal usia, ruang dan siapapun juga. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri dengan pendidikan formal,” kata Dosinaen

Dosinaen mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa meraih dua gelar Master serta gelar Doktor Ilmu Sosial bidang Antropologi dari Universitas Cenderawasih. Ia menyebut keberhasilannya tak lepas dari dukungan semua orang, dan kemauan diri sendiri dalam menuntut ilmu.

“Saya berterimakasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, keluarga saya, para dosen dan tim pembimbing yang telah membantu memberikan dukungan kepada saya, sehingga berhasil meraih gelar doktor tahun ini,” kata Dosinaen.

Ia pun mengemukakan alasannya menulis disertasi tentang kearifan lokal Papua. “Disertasi saya ini bagaimana merekonstruksi demokrasi pemerintahan yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal, khususnya di Kabupaten Puncak Jaya,” ujarnya.

Dosinaen yang pernah bertugas selama 20 tahun di Puncak Jaya menyatakan kearifan lokal merupakan hal yang terpenting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menyatakan kearifan lokal setiap daerah perlu diperhatikan, diapresiasi, dan diakomodir dalam regulasi pada setiap strata regulasi. “Kearifan lokal merupakan bagian yang tidak terpisahkan, itulah yang harus menjadi catatan penting,” katanya.

Loading...
;

Prof. Dr. Pawennari Hijjang, MA selaku dosen pembimbing mengaku bangga dengan keberhasilan siswanya, karena telah mampu melewati semua proses sehingga bisa selesaikan sidang terbukannya dengan baik.”Stres saya sudah hilang, adrenalin saya sudah stabil kembali, setelah beberapa waktu lalu demam akibat kearifan lokal. Kearifan lokal akhirnya jadi pemenang,” kata Pawennari.

Ia mengapresiasi kemauan Dosinaen menulis desertasi bertopik kearifan lokal. “Ini menunjukkan bahwa beliau memang sangat cinta kearifan lokal. Padahal dengan kesibukan sebagai pejabat pemerintahan yang melayani masyarakat, membina keluarga tetapi juga mampu menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa,” kata Pawennari Hijjang. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top