Follow our news chanel

ASN Wajib Memakai Masker, Berjarak, dan Cuci Tangan

Papua
Apel perdana pada Senin, 22 Juni 2020, yang dipimpin oleh Bupati Jayapura.- Jubi/Engel Wally

Papua No.1 News Portal

Penerapan kenormalan baru [new normal] mewajibkan semua Aparatur Sipil Negara [ASN] wajib memakai masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan. 

 

HARI pertama ASN berkantor di Kabupaten Jayapura, Papua, ada rasa canggung dan sedikit kaku saat berkomunikasi karena masker yang menutup wajah. Bahkan, diwajibkan hindari kontak fisik seperti bersalaman tangan.

Pemandangan yang sangat berbeda terlihat saat para ASN di Lingkungan Kantor Bupati Jayapura-Papua mulai berkantor yang diawali dengan Apel Pagi, Senin, 22 Juni 2020. Perbedaan-perbedaan itu, sebelum dan setelah Virus Corona 2019 merebak, terlihat juga hingga aktifitas perkantoran berlangsung.

Selain seragam cokelat keemasannya, seluruh wajah mereka tertutup rapat oleh aneka jenis masker kain. Posisi setiap pegawai pun berjarak, saat apel maupun sekedar berkumpul. Bahkan, beberapa orang terlihat mengenakan sarung tangan.

papua
Kunjungan Bupati Jayapura beberapa waktu lalu ke Kampung Tablanusu (sebelum covid-19) bersama sejumlah pimpinan OPD. – Jubi/Engel Wally

Kepada Jubi, Bupati Mathius Awoitauw mengatakan, situasi ini sudah harus diterapkan setiap hari selama perang melawan Virus Corona 2019 berlangsung.

“Bahkan, bukan hanya di lingkungan kantor, tapi juga di luar, di tempat-tempat umum. Inilah salah satu bentuk kenormalan baru yang harus diterapkan bersama,” kata Bupati Mathius Awoitauw kepada Jubi, Kamis [25/6/2020].

Pantauan Jubi, hingga Jumat [26/6/2020], hal yang sama terus diterapkan para pegawai di kantor pemerintah itu. Wastafel sederhana dilengkapi sabun cuci tangan pun disediakan di seluruh bangunan kantor tersebut.

Loading...
;

Berkantor membunuh kejenuhan

Adanya instruksi Bupati untuk berkantor kembali, ada perasaan bahagia di hati Bernard Urbinas. Saat ditemui Jubi di ruang kerjanya, staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung [DPMK] Kabupaten Jayapura mengaku senang mendengar hal itu setelah “mengurungkan” diri di rumah selama tiga bulan berjalan.

“Memang ada rasa jenuh di rumah, tanpa aktifitas ke kantor. Jadi, memang ada kerinduan untuk berkumpul kembali dengan rekan kerja di kantor,” ujar Urbinas, Rabu (24/6/2020).

Hari pertama berkantor, ada rasa canggung dan sedikit kaku saat berkomunikasi. “Iya, karena masker yang melekat ketat ini, depan mulut dan hidung,” ujarnya sambil terdengar tawa kecil dari balik maskernya.

Kendati demikian, ia tak pungkiri, terkadang masker akan dilepas kala berada di tempat sepi, tak banyak orang. Pribadinya pun mendukung penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 ini. “Minimal menggunakan masker ketika keluar dari rumah. Dan, rajin cuci tangan apalagi masing-masing kantor sudah ada air dan sabun cuci tangan,” kata Urbinas, yang mulai berkantor pukul 8 pagi hingga 3 sore, itu.

Butuh pembagian jam kerja pegawai

Kerinduan Bernard Urbinas untuk berkantor, alih-alih bertemu kangen dengan rekan sekerjanya dan membunuh kejenuhan, tak dirasakan sebagian besar ASN yang berkantor di lingkungan kantor Bupati Jayapura. Hal tersebut terlihat dengan menurunnya jumlah pegawai yang berkantor sejak hari pertama, Senin lalu dan hari-hari berikutnya dalam pekan kemarin.

papua
Kepala BKPSDM Kabupaten Jayapura saat menunjukkan himbauan dan fasilitas penunjang protokol kesehatan di kantornya. -Jubi/Engel Wally

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jayapura-Papua, Aleks Rumbobiar mengaku kehadiran ASN mencapai 90 persen dari total 3.997 ASN di Kantor Bupati Jayapura. “Tapi, itu hanya di hari pertama, hari Senin saat apel pagi,” katanya kepada Jubi. Menurutnya, jumlah ASN yang berkantor setelah pertama kembali menurun.

Kendati demikian, Rumbobiar berharap agar semua ASN dapat mengembalikan performance kerja seperti waktu normal yang lalu. “Dasar penilaian kinerja akan diberlakukan kembali. Dan, setiap ASN wajib mematuhinya, baik jam kerja, bidang pekerjaan, hingga seragam (kostum) kedinasan yang digunakan,” katanya.

Menurut Rumbobiar, adanya kekuatiran terhadap penyebaran virus Corona barangkali menjadi salah satu pertimbangan para pegawainya tak berkantor, meski memang bertentangan dengan instruksi Bupati Jayapura perihal berkantor kembali.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Rumbobiar maupun Urbinas berpendapat perlunya pembagian jam kerja pegawai sehingga tidak semua berkumpul dalam ruangan yang sama pada hari yang sama.

“Dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, harus ada kebijakan yang dibuat terhadap waktu kerja bagi semua ASN. Misalnya, dibagi dalam shift atau jadwal kerja, layaknya perusahaan swasta,” kata Rumbobiar.

Melalui pembagian itu, kata Rumbobiar, dalam sehari ada bidang dalam sebuah instansi teknis yang bekerja di kantor, sementara bidang lain bekerja dari rumah. Hari berikutnya bidang lain lagi yang berkantor. Jadwal dapat disusun oleh masing-masing Kepala Bidang di masing-masing instansi.

“Sehingga tidak terjadi penumpukan staf dan tidak merata dalam bekerja. Capaian kinerja juga tentu tidak akan tercapai karena situasi pandemi ini,” ucapnya.

Namun, lanjut Rumbobiar, bagi pejabat eselon II, III, dan IV wajib masuk kantor dan saat ini berjalan dengan baik.

Menanggapi tingkat kinerja ASNnya yang terlihat belum merata berkantor, Bupati Mathius Awoitauw memaklumi hal tersebut dikarenakan Covid-19. Kendati demikian, Bupati menuntut peningkatan kinerja dengan menerapkan semua protokol kesehatan.

“Pimpinan masing-masing instansi harus bertanggung jawab kepada stafnya masing-masing yang sedang bekerja di instansi yang dipimpin,” tandasnya. (*)

Editor: Yuliana Lantipo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top