Follow our news chanel

Asosiasi penerbangan tingkatkan keamanan cegah perdagangan manusia

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi– Asosiasi Transportasi Udara Internasional, IATA, meningkatkan keamanan untuk mencegah perdagangan manusia. Kebijakan yang dikeluarkan dalam pertemuan umum tahunan ke –74 itu melibatkan setiap awak maskapai anggotanya yang bisa berkoordinasi mengidentifikasi dan melaporkan dugaan kasus perdagangan manusia yang terdeteksi dalam penerbangan.

"Banyak maskapai yang berpartisipasi dan meluncurkan prakarsa anti-perdagangan manusia tetapi hingga sekarang belum ada inisiatif luas dari industri ini," kata Tim Colehan, Asisten Direktur Urusan Luar Negeri IATA, Senin (4/6 2018).

Colehan menyebut  tingkat perdagangan manusia dalam sektor penerbangan tidak diketahui. Namun undang-undang yang baru di sejumlah negara mengharuskan maskapai penerbangan memberikan pelatihan khusus kepada awak kabin soal jenis kejahatan ini.

Perdagangan manusia selama ini menjadi  tindak kriminal yang paling cepat berkembang di dunia dan kedua terbesar setelah perdagangan narkoba. “Kondisi itu memaksa  industri penerbangan bertindak pro aktif,” kata Colehan menjelaskan.

Salah bukti itu temuan sejumlah calon tenaga kerja wanita ilegal korban perdagangan manusia berhasil diamankan oleh BNP2TKI di Bandara Sokarno Hatta, Tangerang, Banten, (28/3/ 2018).

Chief Executive IATA, Alexandre de Juniac, menyebutkan penerbangan merupakan bisnis mengenai kebebasan yang tercatat telah mengangkut 4 miliar orang ke berbagai wilayah pada 2017. "Sejumlah orang berusaha menggunakan jaringan penerbangan kita untuk kejahatan," kata Alexandre de Juniac.

Loading...
;

Ia menjelaskan perdagangan orang menciptakan penderitaan bagi jutaan orang dan juga mendanai gang kriminal serta terorisme.  “Sebagai industri yang bertanggung jawab, anggota kami bertekad untuk membantu otoritas melawan kejahatan perdagangan orang ini." kata Alexandre, menjelaskan.

Jenis-jenis kegiatan perdagangan yang teridentifikasi oleh aturan ini termasuk prostitusi, tentara anak, pengambilan organ, penganiayaan, perbudakan dan kawin paksa.

Menurut UNODC, arus trans-regional perdagangan manusia termasuk dari wilayah sub-Sahara Afrika ke Asia Barat ; barat dan selatan Eropa; Asia Selatan ke Asia Barat dan Asia Timur dan kawasan Pasifik.

Badan PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, UNODC, mencatat sekitar 60 persen kejahatan perdagangan manusia melibatkan pergerakan lintas perbatasan internasional. Hal itu menjadi alasan kuat maskapai terlibat meningkatkan keamanan untuk mencegah perdagangan manusia.

Upaya yang dilakukan itu membuat panduan baru dengan cara memasukkan daftar periksa tentang cara mengidentifikasi kasus yang dicurigai dan menangani korban setelah mendarat. Awak kabin berada dalam posisi yang unik karena mereka bepergian dengan penumpang selama beberapa jam dan mampu mendeteksi sinyal dan perilaku sekecil apapun.

Pendekatan ini juga melibatkan koordinasi dengan bandara dan lembaga penegak hukum seperti agen perbatasan dan bea cukai.  Organisasi Buruh Internasional memperkirakan hampir 25 juta orang menjadi korban perbudakan moderen, yang termasuk dalam jenis kejahatan perdagangan manusia. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top