Follow our news chanel

Aspek fisik masih jadi kelemahan tim sepakbola PON Papua

papua-tim-sepakbola-PON
Skuad sepakbola PON Papua – Jubi/CR-4

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Usai kemenangan tim sepakbola Papua atas tim Jawa Timur di dua laga eksibisi, tim besutan Eduard Ivakdalam itu dinilai masih memiliki sejumlah kelemahan yang perlu dibenahi untuk mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 mendatang.

Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Faal Olahraga (Paifori) Papua, Daniel Womsiwor, mengamati ada sejumlah kelemahan yang masih nampak pada skuad sepakbola Papua, berdasarkan performa mereka di dua laga eksibisi menghadapi Jawa Timur.

“Data terkini dari tim Papua selain passing dan mental, masalah antropometrik atau postur pemain juga harus dipertimbangkan. Pada leg kedua, Jatim turunkan 10 pemain jangkung sementara Papua 6 pemain. Masalah passing yang lebih sering gagal serta pemain masih mudah emosi sebetulnya terletak pada periodisasi latihan,” ujar Womsiwor kepada Jubi, Selasa (27/10/20).

Selain itu, dirinya juga melihat pemain Papua kerap mudah mengalami cedera. Womsiwor pun menyarankan agar tim pelatih melakukan evaluasi program latihan fisik.

“Secara fisiologis jika passing lemah dan sering gagal, lebih disebabkan weight training yang belum maksimal. Demikian juga jika pemain sering jatuh itu pertanda perlu latihan berbeban. Hal yang kedua adalah perlu pengaturan makan saat pertandingan. Jika bertanding pagi, sore atau malam rumusnya adalah 3 jam sebelum bertanding,” sebutnya.

Kata Womsiwor, hal tersebut menjadi catatan penting untuk diperhatikan, agar skuad sepakbola Papua nantinya tidak hanya bertanding untuk menang tapi juga tidak mudah mengalami cedera dan masih bisa tampil bugar hingga babak final.

“Masih ada 358 hari untuk menyiapkan tim ini, maka belum terlambat untuk membentuk fisik dan mental pemain, sehingga pada etape kedua untuk periodisasi program latihan di November 2020 hingga April 2021 tim ini cukup membenahi kelemahan tersebut dan siap menatap prestasi,” ujarnya.

Loading...
;

Baca juga: Dua kali kalahkan tim Jatim, Edu tak besar kepala

Dari sudut pandangnya yang membidangi sport science di Puslatprov KONI Papua, Womsiwor justru berharap tim PON Jatim tidak bertemu Papua di awal-awal perhelatan PON XX tahun 2021 mendatang. Pasalnya, dari segi fisik dan mental, ia mengaku menjadi kelebihan tim-tim dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

“Kehadiran tim Jatim di Papua tahun ini merupakan sampel dari calon lawan kita dari zona Jawa dan Sulawesi yang berpotensi mengancam gelar juara yang menjadi target kita. Keunggulan tim-tim dari zona Jawa, Bali, dan Sulawesi ada pada aspek fisik dan mental,” tandasnya.

Pelatih tim sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam, sebelumnya juga mengaku meski timnya berhasil menang di dua laga eksibisi kontra Jawa Timur, namun ia menyadari masih ada kelemahan yang perlu dibenahi oleh timnya.

“Dari dua laga eksibisi ini, kita masih perlu meminimalisir kesalahan-kesalahan dasar dan juga mental pemain. Pemain kita masih mudah terpancing emosi, dan saat PON nanti itu tidak boleh lagi terlihat. Saya berharap tim kita bisa terus bermain baik seperti di dua laga eksibisi ini,” tutur Edu. (CR-4)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top