HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Asrama Yalimo tutup pagar cegah Corona dan mendukung keputusan Gubernur Papua

Suasana foto bersama sesudah pasang spanduk dan tutup kunci pagar agar tak ada kunjungan tamu atau sebaliknya di Asrama Maniek Yalimo di Jayapura – Jubi/Piter Lokon.
Suasana foto bersama sesudah pasang spanduk dan tutup kunci pagar agar tak ada kunjungan tamu atau sebaliknya di Asrama Maniek Yalimo di Jayapura – Jubi/Piter Lokon.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Asrama Mahasiswa Kabupaten Yalimo (Maniek) di Kota Studi Jayapura menutup semua akses masuk untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Langkah ini juga dilakukan sebagai dukungan atas keputusan Pemerintah Provinsi Papua yang menerapkan karantina wilayah selama pandemi berlangsung.

Ketua Asrama Yalimo (Maniek) kota Studi Jayapura, Hilfan Yare mengatakan, ia dan mahasiswa lain akan mengikuti dan mendukung keputusan dari pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah kota Jayapura. Ia juga sudah meminta Asrama Maniek Yalimo untuk diam di asrama selama 14 hari.

“Kami dari Asrama Mahasiswa Kabupaten Yalimo telah sepakati bersama dalam mendukung himbauan dan keputusan  pemerintah Provinsi Papua dan Wali Kota Jayapura. Maka kami akan Isolasi diri selama 14 hari ke depan. Kami juga imbau kepada mahasiswa dan asram-asrama anak-anak Papua dan khususnya teman-teman mahasiswa Yalimo untuk segera Isolasi diri, ‘Mencegah Lebih Baik dari Pada Mengobati,” kata Ketua Asrama Yalimo Hilfan Yare, Jumat (20/03/2020) Malam di Jayapura kepada Jubi.

Ia menjelaskan, selama masa karantina wilayah diberlakukan, ia meminta kepada seluruh pengunjung atau tamu-tamu dari luar asrama untuk tak berkunjung.

“Mulai  hari ini,  untuk tamu-tamu kita melarang atau tidak menerima tamu, selama 14 hari berjalan. Kami juga sudah melarang untuk penghuni Asrama untuk tidak keluar dan yang penghuni masih diluar dilarang untuk masuk Asrama” katanya.

Loading...
;

Sementara itu, Senior dari Asrama Yalimo, Erry Nekwek mendukung langkah ketua Asrama mengisolasi warga asrama selama 14 hari.

“Kami sangat mendukung, [karena] ini untuk pencegahan Covid-19 di Asrama. Karena virus Corona tidak memandang kau ini Mahasiswa, orang Besar, Ko pemerintah, ko orang kaya, ko orang Miskin, sehingga mencegah dengan isolasi diri di rumah itu sangat penting sehingga beberapa hari ke depan kami tetap di Asrama. 14 Hari itu merupakan keputusan bersama bahwa tamu-tamu dan teman-teman siapapun yang datang ke Asrama kami akan tetap tolak,”  tegasnya Senior Erry Nekwek.

Erry, bahkan mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Yalimo untuk untuk Memperhatikan kebutuhan sehari-hari selama isolasi diri.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah terlebih khusus Pemerintah Kabupaten Yalimo, mohon memperhatikan kami di Asrama disini dan teman-teman yang ada di kota Studi masing-masing karena semua aktivitas akan lockdown,” harap Nekwek.(*)

Editor: Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa