Follow our news chanel

Atlet binaraga Papua kesulitan mencari tempat berlatih

Atlet binaraga berlatih bersama para atlet angkat besi dan angkat berat di kompleks GOR Cenderawasih, Rabu (1/4/2020). – Jubi/Jean Bisay
Atlet binaraga Papua kesulitan mencari tempat berlatih 1 i Papua
Atlet binaraga berlatih bersama para atlet angkat besi dan angkat berat di kompleks GOR Cenderawasih, Rabu (1/4/2020). – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di belahan dunia telah mempengaruhi aktifitas warga, tak terkecuali Indonesia dan secara khusus di Papua. Pemusatan latihan para atlet binaraga Papua turut terdampak, karena kesulitan mencari tempat berlatih dan alat kebugaran. Akibatnya program latihan mereka menjadi kacau.

Hal itu disampaikan binaragawan Papua peraih medali emas PON XIX Jawa Barat 2016, Eduardus Apcowo saat diwawancarai di Jayapura, Rabu (1/4/2020). “Kami [atlet binaraga] punya program latihan sangat terganggu oleh merebaknya virus corona,” kata Apcowo.

Hingga Rabu, total kasus positif korona di seluruh Indonesia telah mencapai 1.677 kasus. Jumlah itu telah  menghitung sepuluh kasus positif Covid-19 di Papua, dan dua kasus positif Covid-19 di Papua Barat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga mengkonfirmasi bahwa ada dua pasien positif Covid-19 di Papua yang berhasil sembuh.

Akan tetapi, Pemerintah Provinsi Papua masih memberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas hingga 9 April 2020.  Selama masa Pembatasan Sosial Diperluas itu, seluruh warga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah.

Edo, panggilan akrab Apcowo, menuturkan sebelum Covid-19 mewabah di Papua para atlet rutin berlatih di pusat kebugaran atau gym yang terletak di kompleks perbelanjaan Papua Trade Center (PTC), Entrop, Kota Jayapura. Imbauan pembatasan sosial dari pemerintah membuat program latihan yang sudah disusun pelatih tidak berjalan.

“Kita [atlet binaraga] ini bigung juga, mau latihan dimana. Karena semua tempat fitness [gym] di Kota Jayapura dan sekitarnya tutup. Kita terpaksa datang gabung latihan dengan atlet angkat besi dan angkat berat di [kompleks GOR Cenderawasih],” katanya.

Loading...
;

Pelatih binaraga Papua, Hasyim Sulaiman membenarkan kesulitan mencari tempat berlatih  yang dialami Edo dan kawan-kawannya. “Kita tahu gara-gara virus korona semua hal ikut terpengaruh. Begitu juga kami, tim binaraga Papua untuk Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua yang harus mengubah dan mensiasati jadwal latihan kami,” kata Hasyim.

Hasyim membenarkan para atlet binaraga di GOR Cenderasih bersama para atlet angkat besi dan angkat berat Papua. “Memang tidak ideal dan maksimal, kita [binaraga] harus gabung latihan bersama angkat besi dan angkat berat. Kami fokus satu kali latihan pada sore hari. Pada sesi latihan pagi, anak-anak diberi program lari bolak-balik Jembatan Youtefa, sebagai bagian dari fase menjaga otot,” katanya.

Hasyim mengatakan pihaknya tengah berkomunikasi dengan KONI Papua agar dapat membantu perizinan bagi para atlet binaraga Papua untuk memakai peralatan kebugaran di Kantor Gubernur Papua. “Bila tidak ada opsi untuk menunda PON XX Papua, kami akan tetap latihan hingga pelaksanaan pada 20 Oktober hingga 9 November 2020, ,” kata Hasyim.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top