Aturan wajib vaksin membuat Mama Papua tidak bisa menjual noken di Gebyar PON

Gebyar PON XX Papua
Panggung Gebyar PON XX Papua di Pantai Wisata Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. - Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Aturan yang mewajibkan semua pengunjung Gebyar Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua untuk menunjukkan surat vaksin COVID-19 membuat Mama-mama Papua pembuat noken tidak dapat berjualan dalam acara yang berlangsung di Pantai Kalkhote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua pada Rabu (15/9/2021). Hal itu disampaikan anggota Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua, Orpa Nari kepada Jubi, Rabu.

Nari menyatakan para pengunjung acara itu juga diwajibkan menjalani swab/tes usap cepat antigen untuk dapat memasuki arena Gebyar PON XX Papua. Ia menyayangkan aturan yang membuat para Mama Papua tidak dapat menawarkan kerajinan tangan mereka kepada para pengunjung acara itu.

“Ada Mama-mama yang sudah mendaftar diri untuk dapat berjualan di dalam tempat kegiatan. Namun mereka tidak diberi tempat. [Padahal rasa takut] Mama-mama Papua untuk divaksinasi itu karena mereka belum siap, apalagi dengan banyak informasi tentang orang meninggal karena vaksinasi,” kata Nari.

Baca juga: Gebyar PON XX akan dilaksanakan di Pantai Wisata Khalkote besok

Pemberlakuan aturan yang mewajibkan pengunjung Gebyar PON menunjukkan surat vaksin COVID-19 membuat para Mama-mama Papua tidak dapat menjual berbagai barang kerajinan mereka di anjungan yang telah disediakan. “Kebanyak stand itu [diisi] organisasi pemerintah daerah atau dinas terkait. Mama-mama pembuat barang kerajinan dari berbagai kampung tidak dapat tempat,” ujar Nari.

Ia menyatakan mendapatkan banyak telepon dari para Mama-mama Papua yang mengadu tidak bisa menjual barang kerajinan mereka dalam Gebyar PON. “Mereka telepon, bilang kalau mereka sudah daftar dan ikut swab, tapi nama mereka tidak ada dalam daftar. Kami berharap [Panitia Besar PON XX Papua] dapat memberikan kelonggaran kepada Mama-mama agar mereka bisa merasakan dampak PON,” kata Nari.

Salah seorang mama penjual noken, Natalia Dogomo, mengaku tidak masuk karena aturan yang mewajibkan pengunjung Gebyar PON menunjukkan surat vaksin. “Kami mau ikut meramaikan Gebyar PON, tapi aturannya harus vaksin dan swab. Kami tidak mau divaksin, jadi kami memiliki tidak ikut meramaikan Gebyar PON,” ujar Dogomo. (*)

Loading...
;

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top