Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Australia sebut China tak respons permintaan untuk redakan ketegangan

Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Melbourne, Jubi Australia menyebut China tak menangapi permohonan meredakan ketegangan selama berminggu-minggu. Pernyataan Australia  disampaikan  pada Senin, (8/6/2020) terkait ketegangan antara Australia dan China yang meningkat setelah Canberra menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul virus corona baru.

Australia telah bersikeras mengatakan bahwa seruan untuk penyelidikan independen terhadap pandemi Covid-19, yang kemungkinan besar berasal dari pasar satwa liar di kota Wuhan di China.

Australia sebut China tak respons permintaan untuk redakan ketegangan 1 i Papua

Baca juga : Pengungkapan mata-mata China di Australia meresahkan

Australia lacak kapal perang China

AS tuduh peretas China curi penelitian Covid-19

Sedangkan China menuduh Australia memainkan tipuan kecil dan duta besar China untuk Australia memperingatkan bahwa konsumen China dapat memboikot produk-produk Australia jika Australia melakukan penyelidikan asal-usul Covid-19.

Loading...
;

Sejak itu China juga telah menghentikan impor daging sapi dari empat pengolah daging terbesar di Australia dan memberlakukan tarif yang tinggi untuk impor jelai, meskipun kedua belah pihak mengatakan langkah-langkah itu tidak berhubungan dengan percekcokan terkait pandemi.

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham, yang selama berminggu-minggu telah meminta pengadaan diskusi dengan mitranya dari China, mengatakan Beijing telah mengabaikan permintaan Canberra.

“Sayangnya, permintaan kami untuk diskusi sejauh ini telah ditanggapi secara negatif. Hal itu mengecewakan,” kata Birmingham kepada radio Australian Broadcasting Corp (ABC).

Sejauh ini, China adalah pasar ekspor terbesar Australia, dengan nilai lebih dari 30 persen ekspor Australia.

Secara keseluruhan hubungan kedua negara sudah menjadi tegang di tengah tuduhan Australia tentang campur tangan China dalam urusan dalam negeri dan kekhawatiran tentang apa yang dilihat Australia sebagai pengaruh China yang terus berkembang di kawasan Pasifik.

Pada Jumat (5/6), pemerintah China menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Australia, dengan alasan diskriminasi rasial dan kekerasan terhadap orang China sehubungan dengan pandemi virus corona. Namun, Canberra membantah adanya diskriminasi rasial dan kekerasan terhadap warga China di Australia.

Sebuah pemungutan suara untuk surat kabar The Australian pada Senin menunjukkan bahwa 79 persen warga Australia mendukung upaya investigasi global untuk mengetahui asal-usul virus corona baru. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top