HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Australia tak terima dengan perlakuan penahanan penulis di Beijing

Ilustrasi borgol, pixabay.com

Tercatat Yang Hengjun, mantan diplomat China yang beralih menjadi wartawan dan juga bloger itu, secara resmi ditangkap pada Agustus atas dugaan spionase

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sydney, Jubi – Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, mengatakan kondisi penahanan penulis Australia kelahiran China Beijingย  tak dapat diterima, termasuk proses interogasi dengan cara sambil diborgol.

Tercatat Yang Hengjun, mantan diplomat China yang beralih menjadi wartawan dan juga bloger itu, secara resmi ditangkap pada Agustus atas dugaan spionase, tujuh bulan setelah sebelumnya ditahan di kota selatan Guangzhou. Spionase dapat dihukum mati di China, dan Beijing telah memperingatkan Australia agar tidak ikut campur.

Payne mengaku dirinya terpaksa berbicara di hadapan publik setelah pejabat di Kedutaan Besar Australia di Beijing baru-baru ini mengunjungi Yang di tahanan.

“Kondisi penahanan Yang di antaranya lebih terisolasi dari dunia luar, dengan pembatasan komunikasi dengan keluarga dan rekannya dan dimulainya kembali interogasi harian, termasuk sambil diborgol,” kata Payne melalui pernyataan.

Payne mengatakan Australia telah meminta penjelasan atas tuduhan terhadap Yang, dan meminta agar Yang diperlakukan secara adil sesuai dengan norma internasional, termasuk diberikan akses kepada pengacara dan keluarganya.

Loading...
;

Hubungan perdagangan yang kuat antara Australia dan China menambah kepekaan diplomatik kasus tersebut, mengingat China merupakan pasar ekspor terbesar Australia.

Meski tulisan yang baru-baru ini sebagian besar menghindari politik China namun nama Yang mencuat pada awal 2000an saat ia dijuluki “penjual demokrasi.” (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga  Hambatan-hambatan migrasi tenaga kerja ahli dari Pasifik ke Australia

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa