TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Austria berlakukan lockdown total, kemungkinaan Jerman menyusul

karantina lockdown Papua
Foto ilustrasi - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wina, Jubi – Pemerintah Austria jum’at, (19/11/2021) mengumumkan akan menjadi negara pertama di Eropa Barat yang memberlakukan kembali penguncian atau lockdown secara total akibat Covid-19. Sedangkan negara tetangganya, Jerman kemungkinan menyusul.

Tercatat gelombang infeksi keempat telah menjebloskan Jerman, yang merupakan ekonomi terbesar di Eropa, ke dalam keadaan darurat nasional.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mendesak masyarakat mengurangi kontak sosial dan memperingatkan bahwa vaksinasi saja tidak akan dapat menekan jumlah kasus.

Baca juga : Pandemi Covid-19, penangkapan migran perbatasan AS Meksiko turun
Ratusan warga Kiribati terdampar akibat Covid-19 minta dipulangkan oleh pemerintahnya
Produsen obat ini perbesar skala uji coba vaksin Covid-19 pada anak

Austria mengatakan pihaknya membutuhkan seluruh penduduk untuk divaksin per Februari mendatang. Sekitar dua per tiga penduduk Austria sudah divaksin lengkap, namun angka itu merupakan salah satu tingkat yang terendah di Eropa Barat.

Tingkat infeksi Covid-19 di Austria merupakan salah satu yang tertinggi di benua tersebut dengan 991 kasus per 100.000 orang dalam seminggu.

“Kami belum berhasil meyakinkan cukup banyak orang untuk menjalani vaksinasi,” kata Kanselir Austria Alexander Schallenberg, dikutip Antara dari Reuters

Ia mengatakan penguncian akan dimulai Senin dan kewajiban vaksinasi pada 1 Februari 2022.  Saat ditanya apakah Jerman akan mengesampingkan gaya penguncian total Austria, Spahn mengatakan, “Kita saat ini berada dalam situasi tidak bisa mengesampingkan apa pun kendati ini bisa menjadi peringatan,” katanya.

Tercatat saham Eropa tergelincir dari rekor tinggi, sektor lain seperti hasil obligasi pemerintah, harga minyak, dan euro jatuh seiring penguncian baru Covid-19 di Jerman dan bagian lain benua itu membayangi ekonomi global. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us