Follow our news chanel

Awak media di Nabire sepakat aktifkan PWI

Pertemuan wartawan di Nabire untuk bentuk wadah PWI – Jubi/Dok Arnil Saudila
Awak media di Nabire sepakat aktifkan PWI 1 i Papua
Pertemuan wartawan di Nabire untuk bentuk wadah PWI – Jubi/Dok Arnil Saudila

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Para awak media di Nabire merasa perlu membentuk wadah yang menaungi dan mengayomi para jurnalis. Mereka bersepakat mengaktifkan kembali Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nabire.

Kepala Satuan RRI (Kepsta) Nabire, Yopi Yacob Leleulya, mengatakan perlu ada wadah guna menaungi para awak media di Nabire agar merasa aman dan nyaman bekerja. Hal ini dirasa perlu lantaran banyaknya para wartawan di daerah ini, namun belum memiliki wadah untuk menampung mereka.

“Perlu ada wadah sebab selama saya bertugas di Nabire belum dengan kalau ada perkumpulan wartawan,” kata Leleulya, di Nabire, Selasa (3/3/2020).

Dalam menjalankan kerja jurnalis, kata Leleulya, tentu ada banyak tantangan yang akan dijumpai. Sebab akan ada yang bisa menerima untuk diwawancarai namun sebaliknya ada juga yang tidak bahkan menghindar dan sebagainya. Selain itu, media adalah mitra pemerintah dan masyarakat, maka sebagai mitra perlu dibentuk wadah.

“Kami hanya memprakarsai dan bukan berarti mau menjadi ketua, karena sewaktu-waktu bisa pindah ke daerah lain,” ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, gagasan dari para jurnalis untuk membentuk wadah disambut baik. Hal ini dibuktikan dengan pertemuan pada Sabtu (29/2/2020) pekan lalu.

Loading...
;

Karena lanjut dia, ada pengalaman di Naabire bila anak buahnya hendak mewawancarai pimpinan sebuah institusi, akan tetapi tidak diperlakukan dengan baik bahkan acuh. Padahal menurut pria asal Ambon ini, bila dijelaskan oleh yang bersangkutan kalau memang  belum bisa diberitakan diwawancarai atau belum punya waktu, bisa diterima. Namun yang didapat adalah perlakuan tidak sewajarnya.

“Jadi misalkan kalau ada narasumber yang memperlakukan wartawan tidak baik sebenarnya ini  keliru, sebab wartawan ingin menyampaikan sesuatu itu jadi clear bahkan sangat membantu mereka,” tuturnya.

Pimpinan Redaksi Papuapos Nabire, Suroso Miswan, juga mendukung perlunya ada wadah yang menaungi para awak media di Nabire. Namun menurutnya, apapun bentuknya sebab secara nasional wadah wartawan sudah ada dan diakui negara, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), dan organisasi lain.

Sementara untuk di Nabire pernah ada AJI dan PWI namun hingga kini sudah tidak aktif lagi. Sedangkan wartawan di Nabire beragam, mulai dari media cetak, elektronik, dan online.

“Nah, kita di sini akan persepakat seperti apa. Apakah akan menggunakan wadah secara nasional dan tinggal diaktifkan atau membentuk wadah lokal,” ujar Suroso.

Sehingga, kata dia, rekan-rekan dalam pertemuan beberapa waktu lalu telah bersepakat untuk membentuk wadah jurnalis, namun dengan mengaktifkan kembali PWI Cabang Nabire. Sebab, kata dia, bila membentuk wadah baru atau lokal maka memerlukan energi tambahan yaitu harus memulai dari nol.

“Kami sudah sepakat untuk aktifkan PWI Cabang Nabire. Dulu sudah ada tapi vakum jadi mau hidupkan kembali,” kata Miswan.

Terpisah, Ronal Karambut dari Mitrapol, juga bersepat bahwa wadah untuk mempersatukan wartawan di Nabire sangat perlu.

“Makanya kami sudah mengetujui gagasan itu,” kata Karambut. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top