Babak baru di Parlemen Samoa

Anggota-anggota terpilih Partai Perlindungan HAM (Human Rights Protection Party/ HRPP) saat dilantik di hadapan Ketua Parlemen Samoa . - Samoa Observer/ Anetone Sagaga

Papua No.1 News Portal | Jubi

 

Oleh Dewan Editorial Samoa Observer

Jika Tuhan bisa melakukan satu saja mukjizat dalam meredakan ketegangan dan menyatukan pihak-pihak yang berlawanan dalam dunia politik Samoa, hal itu telah terjadi pada Jumat pagi (17/9/2021) di dalam gedung parlemen negara itu di Mulinu’u.

Siapa yang bisa menebak bahwa setelah berminggu-minggu – bahkan berbulan-bulan – kedua parpol itu menggunakan kata-kata yang penuh amarah dan saling balas-balasan dalam menuduh satu sama lain, ditambah lagi dengan empat kali pemblokiran masuk ke gedung parlemen yang juga dilakukan oleh kedua pihak, musuh politik bebuyutan, partai pemenang yang baru Fa’atuatua i le Atua Samoa ua Tasi (FAST) dan Partai Perlindungan HAM (Human Rights Protection Party/ HRPP) telah bersama-sama bersatu dalam hitungan jam.

Dan jurang perpecahan antara keduanya itu kelihatannya tidak terlalu besar untuk dilewati, jika hal yang terjadi dalam ruang sidang parlemen Samoa pada Jumat pagi itu bisa kita anggap sebagai indikasi.

Menteri Pekerjaan Umum, Perhubungan, dan Infrastruktur Samoa yang baru, Olo Fiti Va’ai, adalah orang pertama yang memecahkan kebekuan dalam drama yang sudah lama berlangsung ini. Ia berjalan masuk dengan rekan-rekannya sesama MP dari sisi Pemerintah memasuki ruangan itu, ia pun mendekati dan berjabat tangan dengan anggota-anggota partai HRPP, kemudian berpelukan dengan mantan Perdana Menteri Tuilaepa Dr. Sa’ilele Malielegaoi.

Tindakan MP Olo, yang pada suatu saat dalam karir politik sebelumnya merupakan satu-satunya anggota parlemen dari kubu oposisi (HRPP adalah mayoritas dalam parlemen sebelumnya), langsung membuka pintu persaudaraan. Setelahnya Tuilaepa pun berjalan ke sisi pemerintah untuk memeluk penggantinya dan perdana menteri yang baru, Fiame, sebelum berjabat tangan dengan menteri-menteri dan anggota-anggota partai FAST. Barisan MP HRPP yang mengenakan jas putih kemudian mengikutinya, bersalaman dan menyapa rekan-rekan sesama MP mereka di sebelah lantai parlemen.

Loading...
;

Terdengar tepuk tangan meriah di ruang sidang itu ketika Tuilaepa berjalan ke arah Fiame dan memeluknya. Anggota-anggota media serta pejabat-pejabat tinggi dan para birokrat yang hadir pun tercengang menyaksikan peristiwa yang bersejarah itu, terutama karena mereka telah menjadi saksi konfrontasi yang panas antara HRPP dan kepolisian Samoa dalam beberapa hari menjelang Jumat ini.

Tidak menunggu lama, Parlemen Samoa ke-XVII pun langsung melakukan pekerjaannya, dimulai dengan pengambilan sumpah anggota-anggota parlemen terpilih dari HRPP di hadapan oleh Ketua Parlemen, Papalii Lio Masipau. Tampak jelas, dari apa yang terjadi di ruang sudah parlemen Jumat pagi, bahwa rencana pemerintah FAST untuk mengesahkan anggaran tahunannya sebesar $982 Juta telah ditunda untuk sementara sementara prosesi pengambilan sumpah parpol saingan mereka dimajukan, dari jadwal awalnya, Senin 20 September 2021, ke Jumat pekan lalu.

Betapa baiknya hal itu dalam mempromosikan dan menunjukkan persatuan nasional setelah berbulan-bulan konflik publik antara dua partai politik yang mencerai-beraikan keluarga, masyarakat, dan bangsa?

Tidak ada sedikit pun keraguan bahwa bangsa ini merindukan agar krisis dan kebuntuan politik yang telah berlangsung berbulan-bulan itu akan segera berakhir. Dan kedua partai politik yang terlibat telah mengambil langkah yang penting pada hari Jumat dengan mencapai mimpi itu.

Bisakah kita mengklaim bahwa ifoga (permintaan maaf secara tradisional) yang dipimpin oleh kepala Gereja Katolik, Uskup Agung Alapati Lui Mata’eliga, dan anggota-anggota keuskupan agung pada hari Rabu lalu di luar gedung parlemen merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terobosan ini?

Apa pun yang menyebabkan mukjizat ini, pemimpin-pemimpin dari kedua pihak harus dipuji karena mereka telah sepakat untuk berdamai dalam sidang perdana antara Pemerintah dan Oposisi pada Jumat pagi.

Itu memang merupakan peristiwa yang bersejarah, juga karena dengan diadakannya upacara pengambilan sumpah, itu juga meresmikan kubu oposisi yang lebih kuat dengan 18 MP. Jumlah MP oposisi ini dua kali lipat dari partai oposisi dalam Parlemen ke- XV selang 2011–2016, Tautua Samoa.

Negara Samoa, setelah pemilu nasional April lalu, sekarang menemukan dirinya sebagai salah satu dari sedikit negara di kawasan Pasifik dengan blok oposisi yang kuat, yang dipimpin oleh politisi-politisi berpengalaman. Oleh karena itu, kami mengharapkan akan ada perdebatan yang sengit dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2021/2022 yang kembali diajukan oleh FAST ketika sidang parlemen dilanjutkan pekan ini.

Mantan Perdana Menteri Tuilaepa, setelah acara pengambilan sumpah anggota-anggota partainya di parlemen selesai, dalam pidatonya di hadapan parlemen mengakui kesabaran dan ketenangan warga Samoa selama krisis politik yang berbulan-bulan panjangnya.

“Saya percaya bahwa negara-negara lain pasti heran bahwa, meskipun ada perselisihan, Samoa bisa tetap damai,” tegasnya. “Mengapa, karena dewan-dewan desa kami, dan matai (kepala-kepala suku) kami, karena adat dan budaya kami dilindungi dengan baik oleh dewan-dewan desa kami dan matai yang dipilih untuk memimpin Samoa.”

Kami juga percaya bahwa titik puncak krisis ini telah berlalu setelah berhari-hari ada kekacauan dan perilaku yang dianggap tidak pantas dilakukan oleh para pemimpin.

Tetapi sekarang kita telah melewati periode itu, kita sekarang menanti Parlemen Samoa XVII yang baru dan anggota-anggotanya bekerja bersama-sama demi kepentingan rakyat. (Samoa Observer)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top