Follow our news chanel

Previous
Next

Badai Dorian di Bahama hilangkan 2.500 orang

Ilustrasi, pixabay.com
Badai Dorian di Bahama hilangkan 2.500 orang 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

 

“Jumlah kematian diperkirakan akan meningkat secara signifikan,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nassau, Jubi  – Sekitar 2.500 orang warga Bahama hilang lebih dari seminggu setelah Badai Dorian memukul gugus kepulauan Karibia. “Meskipun jumlah itu mungkin termasuk pengungsi yang berada di tempat penampungan,” kata pihak berwenang pada Rabu, (11/9/2019).

Perdana Menteri Bahama Hubert Minnis mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa jumlah korban tewas akibat Dorian tetap di angka 50, tetapi mengakui ada sejumlah besar orang yang masih hilang sehingga jumlah korban akan meningkat.

“Jumlah kematian diperkirakan akan meningkat secara signifikan,” kata Minnis. Ia menambahkan pemerintah bersikap terbuka dan akan memberikan informasi yang tersedia pada waktunya mengenai korban jiwa.

Baca juga : Vanuatu ‘red alert’ karena Badai Oma

Loading...
;

Ratusan orang tewas akibat badai Usman di Filipina

Kepulauan Solomon, PNG, dan Fiji diterpa hujan badai 

Pejabat tata kelola darurat mengatakan pada konferensi pers secara terpisah bahwa daftar orang yang hilang belum dicocokkan dengan catatan pengungsi atau ribuan orang yang tinggal di tempat penampungan.

“Teman-teman saya hilang, beberapa sepupu saya hilang di sana, total lima, mereka tinggal di Marsh Harbour,” kata Clara Bain, seorang pemandu wisata berusia 38 tahun, merujuk ke kota Abaco di mana para pejabat memperkirakan bahwa 90 persen rumah dan bangunan rusak atau hancur.

Badai Dorian menghantam Bahama pada 1 September sebagai badai Kategori 5 pada skala lima tingkat dalam skala Saffir-Simpson, merupakan salah satu topan Atlantik terkuat yang pernah tercatat yang menghempas langsung ke darat dan mengepakkan angin berkelanjutan dengan berkecepatan 185 mil per jam tau 298 kilometer per jam.

“Simpati kami ditujukan kepada keluarga masing-masing orang yang meninggal,” kata Minnis. “Mari kita berdoa untuk mereka selama masa perkabungan ini. Kami menyediakan bagimu pundak kami untuk menangis. Kamu tidak akan pernah dilupakan,” katanya.

Tercatat lebih dari 5.000 orang diungsikan ke New Providence, pulau tempat ibu kota Bahama, Nassau, berada, dalam menghadapi badai terburuk dalam sejarah negara itu. Tetapi sejak itu ada pengurangan yang signifikan dalam jumlah yang sekarang meminta untuk diungsikan, menurut pejabat pengelola darurat.

Sekitar 15.000 orang masih membutuhkan tempat tinggal atau makanan, menurut Badan Manajemen Darurat Bencana Karibia.

Prakiraan cuaca memperkirakan bahwa Dorian menghancurkan atau menyebabkan kerugian sekitar tiga miliar dolar dalam bentuk harta benda yang diasuransikan di Bahama atau di tempat lain di Karibia. Selain itu penerbangan komersial ke Abaco, salah satu daerah yang paling terpukul, dibuka kembali secara terbatas pada hari Rabu. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top