Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Badan amal Inggris sebut banyak berita palsu seputar Covid-19

Foto ilustrasi - pixabay.com
Badan amal Inggris sebut banyak berita palsu seputar Covid-19 1 i Papua
Foto ilustrasi – pixabay.com

Mendorong agar perusahaan media berbuat lebih banyak mengatasi penyebaran berita palsu di Inggris.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

London, Jubi – Laporan Full Fact, pada Kamis, (30/4/2020) menyoroti berita palsu yang beredar selama wabah virus corona atau Covid -19. Hal itu menjadikan Full fact mendorong agar perusahaan media berbuat lebih banyak mengatasi penyebaran berita palsu di Inggris.

Badan amal Inggris sebut banyak berita palsu seputar Covid-19 2 i Papua

“Berita buruk merusak kehidupan. Kami melihat secara langsung bagaimana hal itu dapat menghalangi orang untuk terlibat dalam demokrasi, dan membahayakan kesehatan, keuangan atau keselamatan mereka sendiri. Wabah virus corona menjadikan ini sebagai fokus utama dalam beberapa bulan belakangan,” kata Kepala Eksekutif Full Fact, Will Moy.

Baca juga : PBB ingatkan bahaya hoax saat pandemi Covid-19

Ia menilai virus corona telah membuka barisan baru dalam pertempuran melawan berita palsu, dengan klaim palsu dan teori konspirasi yang mungkin memiliki efek negatif terhadap kesehatan masyarakat.

“Di sini di Inggris, kami telah melihat berita palsu dalam bentuk penyembuhan palsu, klaim palsu, teori konspirasi dan penipuan keuangan” kata Moy menambahkan.

Loading...
;

Full Fact menegaskan kembali seruan untuk reformasi undang-undang pemilihan untuk membantu melindungi suara masa depan. Pihaknya juga telah menyoroti taktik kampanye menyesatkan dalam pemilu Desember lalu. Tetapi penekanan tugasnya dengan cepat bergeser ke kesehatan saat Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia. Lembaga itu mengatakan kebohongan soal risiko vaksin dan teori konspirasi yang menghubungkan virus corona dengan jaringan telekomunikasi 5G merupakan dua jenis berita palsu.

Awal April ini Inggris mengatakan bahwa teori konspirasi yang mengaitkan tautan 5G dengan penyebaran virus corona adalah berita palsu yang berbahaya dan benar-benar palsu setelah menara di sejumlah bagian negara dibakar.

Disarankan agar formulir daring diluncurkan agar memungkinkan pengguna mengirimkan pertanyaan seputar epidemi Covid-19 telah melihat lebih dari 2 ribu tanggapan hanya dalam waktu tiga pekan.

Perusahaan teknologi telah bertindak membatasi berita palsu terkait dengan virus tersebut. Sebelumnya pada April WhatsApp milik Facebook memperketat batas penerusan pesan dalam upaya mencegah pesan, yang menggembar-gemborkan imbauan medis palsu. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top