Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Bagidata tercipta dari SMS sampah

Ilustrasi aplikasi smartphone, pixabay.com
Bagidata tercipta dari SMS sampah 1 i Papua
Ilustrasi aplikasi smartphone, pixabay.com

Saat ini berhasil mengumpulkan pendapatan ratusan juta rupiah.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bandung, Jubi – Sebuah startup atau perusahaan rintisan digital bernama Bagidata, yang saat ini berhasil mengumpulkan pendapatan ratusan juta rupiah, tercipta dari kekesalan menerima SMS sampah (spam).

Bagidata tercipta dari SMS sampah 2 i Papua

“Kami itu tercipta dari kekesalan karena SMS spam. Jadi kekesalan ini malah jadi peluang bisnis bagi kami,” kata CEO Bagidata, Ikhwan Reza, Jumat, (8/3/2019).

Berita terkait : 2019, Jayawijaya gunakan aplikasi sistem informasi administrasi surat

Kabupaten dan kota diminta segera terapkan aplikasi OSS

Daerah ini luncurkan aplikasi sistem peradilan pidana anak

Loading...
;

Ikhwan mengatakan layanan itu diawali kebingungan saat menerima SMS spam karena tak pernah memberikan nomor ponsel tersebut kepada tenaga pemasaran. “Jadi dengan Bagidata, justru pemilik nomor ponsel dengan sadar menyerahkan datanya yang kemudian mendapatkan keuntungan dari data mereka,” kata Ikhwan menjelaskan.

Keuntungan yang ia maksud berupa poin dan uang yang langsung bisa ditarik ke rekening mereka. Bagidata justru ingin menyadarkan masyarakat bahwa data pribadi itu berharga sekaligus pengguna internet berhak mendapatkan sesuatu dari data mereka.

Baca juga : Aplikasi CMS-Kasda diterapkan 13 kabupaten/kota di Papua Barat

Pangkas administrasi, Bank Papua terapkan aplikasi CMS-Kasda di Papua Barat

Kepolisian Gresik buka layanan SIM lewat aplikasi pembayaran

Sistem kerja Permission-based marketing adalah pemilik data dapat memberikan data media sosial, struk belanja, tiket pesawat, dan lainnya, yang ketika mereka mendapat promosi, maka pemilik akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang dan poin.

Tercatat saat ini sudah ada 18 ribu lebih pengguna aplikasi layanan tersebut. Sedangkan applicant profiling adalah layanan dalam membantu perusahaan melihat lebih dalam dari data media sosial yang sudah diberikan pelamar di perusahaannya.

“Dengan melihat analisis sentimen dan prilaku, maka perusahaan dapat mengenal calon yang paling tepat dan sesuai dengan nilai-nilai perusahaannya,” kata Ihkwan menambahkan.

Baca juga : Palembang terima hibah aplikasi penataan kota dari Singapura

Pengin punya rumah, unduh aplikasi klinik rumah Indonesia

PDAM Jayapura kembangkan aplikasi berbasis Android

Ia menargetkan generasi millenial untuk permission-based marketing, sistem aplikasi itu inggal diunduh di Google Play Store. Sementara target applicant profiling tentu saja perusahaan-perusahaan yang kini sudah ada klien dari perusahaan telekomunikasi, startup travel, entertainment, kuliner, sosial, dan lainnya.

Bagidata menargetkan untuk menjadi perusahan big data terkemuka untuk layanan personal profiling sehingga masyarakat peroleh manfaat dari data personalnya. Perusahaan rintisan itu menargetkan 100 ribu pengguna pada tahun 2019 ini. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top