Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Balai Litbangkes Papua bersiap jadi laboratorium pemeriksa spesimen virus Corona

Papua
Foto ilustrasi. - pixabay.com
Balai Litbangkes Papua bersiap jadi laboratorium pemeriksa spesimen virus Corona 1 i Papua
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan Provinsi Papua tengah menyiapkan laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Litbangkes Papua untuk bisa menjadi laboratorium pemeriksa spesimen virus Corona. Langkah itu dilakukan setelah Menteri Kesehatan RI menunjuk Balai Litbangkes Papua sebagai satu dari 12 jejaring laboratorium pemeriksaan virus Corona.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Silwanus Sumule dengan adanya pelimpahan wewenang pemeriksaan spesimen virus Corona dari Kementerian Kesehatan RI itu, semua sumber daya manusia Balai Litbangkes Papua harus bersiap.  “Siap tidak siap, harus siap. Peralatan dan SDM yang ada akan kami libatkan semua,” kata Silwanus di Jayapura, Selasa (17/3/2020).

Balai Litbangkes Papua saat ini masih memiliki sejumlah kendala untuk bisa melakukan pemeriksaan spesimen virus Corona. Kendala itu antara lain kurangnya baju pelindung bagi staf laboratorium. Saat ini, Dinas Kesehatan Papua hanya memiliki 30 baju pelindung, dan dalam waktu dekat akan menerima tambahan 120 baju pelindung.

Silwanus Sumule juga menyebutkan harus melatih lebih banyak tenaga medis agar terampil mengambil spesimen virus Corona dari pasien. Menurutnya, tenaga medis pengambil spesimen itu harus memiliki keterampilan khusus, karena spesimen yang diambil adalah cairan atau lendir yang ada di dalam tenggorokan.

“Akan ada pelatihan. Akan tetapi, sementara [ini] kami akan pakai sumber daya manusia yang ada dulu,” kata Sumule.

Meskipun pemeriksaan spesimen virus corona nantinya akan bisa di Jayapura, Sumule menyatakan setiap tenaga medis di seluruh kabupaten/kota di Papua juga harus disiapkan untuk bisa mengambil spesimen dan mengemas spesimen agar aman untuk dikirimkan ke Jayapura. Ia menyatakan spesimen pasien dalam pengawasan atau pasien terduga Corona harus diperlakukan sebagai barang berbahaya, mengingat spesimen itu bisa menularkan virus Corona.

Loading...
;

Sumule mencontohkan kegagalan pengiriman spesimen pasien terduga Corona yang dirawat di Merauke ke Jakarta, karena spesimen tidak dilengkapi dokumen Material Safety Data Sheet (MSDS).

“Kasus yang di Merauke itu karena pengemasan tidak bagus dan tidak cantumkan penjelasan, sementara maskapai memiliki Prosedur Operasi Standar yang ketat. Jadi mungkin akan ada pelatihan khusus bagi petugas kesehatan dalam hal pengemasan dan administrasi sebelum dikirimkan melalui penerbangan. Kalau sampelnya sudah tiba di Jayapura, paling lambar 6 jam hasilnya sudah ada,” klaim Sumule.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosinaen mengimbau seluruh masyarakat Papua tidak panik dalam menyikapi informasi penyebaran virus Corona. Setiap warga di Papua diimbau tetap menjaga kesehatan dan kebersihan, serta tidak mengunjungi tempat keramaian.

“Mari kita sama-sama mencegah penyebaran virus corona di Papua dengan tetap berfikir positif. Bagi warga yang mengalami flu, batuk, sakit dan demam, silahkan memeriksankan diri ke rumah sakit agar bisa cepat ditangani,” ajaknya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top