HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Banjir merendam Perumahan Gajah Mada di Sentani

Ilustrasi Banjir di Kabupaten Jayapura, Kamis (13/2/2020) - Jubi/Yance Wenda.
Banjir merendam Perumahan Gajah Mada di Sentani 1 i Papua
Banjir di Perumahan Gajah Mada, Kampung Yahim, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (13/2/2020) – Jubi/Yance Wenda.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Banjir akibat hujan deras melanda Perumahan Gajah Mada di Kampung Yahim, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Permukiman tersebut merupakan salah satu daerah terdampak Banjir Bandang Sentani pada tahun lalu.

Berdasarkan pemantauan Jubi, ketinggian air mencapai seperut orang dewasa di Perumahan Gajah Mada. Lansekap kawasan yang tidak rata membuat air mudah menggenangi sejumlah lokasi yang letaknya lebih rendah.

Banjir merendam Perumahan Gajah Mada di Sentani 2 i Papua

Warga pun terus bersiaga sejak hujan mengguyur deras semalam. Mereka khawatir banjir terus meninggi dan meluas akibat kiriman dari daerah lain.

“Setiap hujan (deras), kami tidak tenang, seperti dihantui (ketakutan). Banjir akibat hujan tadi malam itu ada yang setinggi perut, lutut, dan mata kaki orang dewasa. (Ketinggian air) bervariasi karena lokasi (lansekap) di sini tidak rata,” kata Arin, warga di Jalur III Perumahan Gajah Mada.

Warga mendesak pemerintah melakukan normalisasi sungai agar perumahan mereka tidak selamanya menjadi langganan banjir saat hujan deras. Kali Doyo yang berada di belakang perumahan tersebut sudah tidak lagi berfungsi normal akibat banjir bandang pada tahun lalu.

“Kami capek begini terus. Kami maunya saluran air di kali belakang itu di benahi agar tidak (menimbulkan) banjir lagi,” kata Maryana, warga lainnya.

Banjir kali ini menjadi beban ganda bagi warga Perumahan Gajah Mada. Mereka masih trauma dengan kejadian banjir bandang pada tahun lalu.

Warga mengaku bersedia direlokasi ke permukiman yang lebih aman asalkan pemerintah memberi ganti rugi yang sesuai. Ganti rugi itu termasuk angsuran rumah di bank, dan kerugian akibat banjir bandang pada tahun lalu.

“Sampai saat ini, saya masih bayar (mengangsur di bank). Kalau kami mau dipindahkan (direlokasi), uang kami harus dikembalikan utuh,” ujar Arin.

Walaupun merasa berat untuk berpindah rumah, Maryana juga mengaku bersedia direlokasi asalkan mereka mendapat ganti rugi yang pantas.

“Kami sudah terlanjur jadi korban. Relokasi mungkin bisa menjadi solusi, tetapi harus ada ganti rugi supaya kami tidak menjadi korban (untuk) kedua kali,” ujarnya. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top