Follow our news chanel

Previous
Next

Banjir rob melanda 11 kampung di Distrik Waan

Satu rumah di salah satu kampung di Distrik Waan, Kabupaten Merauke yang terendam banjir rob – Jubi/IST
Banjir rob melanda 11 kampung di Distrik Waan 1 i Papua
Satu rumah di salah satu kampung di Distrik Waan, Kabupaten Merauke yang terendam banjir rob – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Hampir setiap tahun pada Februari rumah dan tanaman terendam banjir rob atau akibat pasang besar yang menyebabkan luapan air laut. Pemkab Merauke berjanji mengirimkan bantuan.

Gelombang pasang kembali terjadi di Distrik Waan, Kabupaten Merauke. Sebanyak 11 kampung mengalami musibah setelah pasang besar air laut.

Pasang besar tidak hanya merendam rumah, tetapi juga merendam perkebunan milik warga yang ditanami umbi-umbian yang siap panen.

Dipastikan tanaman mereka mengalami kerusakan dan tidak bisa dipanen karena pasang tidak langsung surut karena perkampungan terletak di dataran rendah.

Akibat musibah yang dialami masyarakat dari sebelas kampung itu, mereka kesulitan untuk tempat tinggal dan cadangan makanan. Terlebih hingga kini belum ada bantuan dari Pemkab Merauke ke sebelas kampung yang dilanda musibah.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan, yang ditemui Jubi, Kamis, 13 Februari 2020, mengatakan sejak beberapa bulan lalu, pihaknya telah memberikan masukan kepada Pemkab Merauke agar segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat di kampung-kampung di Distrik Waan.

Loading...
;

Hanya saja, lanjut dia, sepertinya kurang direspons. Padahal bencana gelombang laut terjadi setiap tahun.

“Saya sampaikan bahwa di saat laut sedang teduh, bantuan sudah harus didistibusikan sehingga ketika memasuki Februari di saat gelombang sedang tidak bersahabat, bantuan sudah ada di sana,” katanya.

Ulukyanan juga menyebutkan DPRD sudah pernah membicarakan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, Daniel Pauta, agar dialokasikan anggaran dalam APBD 2020.

“Memang penjelasan Pak Sekda telah diakomodir tetapi menjadi pertanyaan adalah kenapa bantuan berupa sembako tak kunjung dikirimkan sejak awal tahun ini,” katanya.

Dengan distribusi sembako lebih awal, jelas Ulukyanan, akan ditampung di kantor distrik. Lalu diatur dan dikomunikasikan bersama para kepala kampung untuk diantar ke setiap kampung. Kemudian bantuan didistribusikan kepada masyarakat.

“Kalau begini otomatis pemerintah kesulitan melakukan distribusi barang, mengingat saat ini gelombang disertai angin kencang,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya langsung melakukan komunikasi melalui telepon dengan Kepala Distrik Waan. Lalu dari laporan yang didapatkan sebanyak 11 kampung mengalami musibah. Rumah mereka terendam, bahkan sebagian rusak berat.

Selain itu, tanaman umbi-umbian yang sudah siap dipanen terendam air laut dan dipastikan mengalami kerusakan.

Dengan kondisi seperti demikian, setelah air laut surut masyarakat masih bisa bertahan satu minggu ke depan dengan cadangan makanan yang tersisa. Tetapi setelah itu mereka sulit memperoleh makanan karena cadangan yang disiapkan dipastikan sudah habis.

Meski tak ada korban jiwa dari musibah tersebut namun ada kekhawatiran masyarakat jika bantuan sembako tak kunjung disalurkan pemerintah.

“Memang cuaca di laut sedang tidak bersahabat, kalau ada larangan  BMKG untuk kapal tidak berlayar mau bagaimana, inilah persoalan yang akan terjadi di mana masyarakat pasti berteriak kelaparan karena makanan sudah tidak ada lagi,” katanya.

Ia mengatakan DPRD Merauke akan bertemu Bupati Merauke, Frederikus Gebze, Kamis, 13 Februari 2020 pagi, untuk membicarakan lebih lanjut kondisi yang sedang dialami dan dirasakan masyarakat orang asli Papua di kampung-kampung tersebut.

“Perlu langkah cepat dilakukan pemerintah daerah sehingga kebutuhan makanan bagi masyarakat bisa diatasi, namun yang menjadi persoalan lagi, apakah kapal-kapal dapat diizinkan bisa berlayar atau tidak,” katanya.

Banjir rob melanda 11 kampung di Distrik Waan 2 i Papua
Wakil Ketua DPRD Merauke, Dominikus Ulukyanan – Jubi/Frans L Kobun

Wakil Bupati Merauke, Sularso, mengatakan pihaknya juga baru mendapatkan laporan dari Kepala Distrik Waan yang menyampaikan musibah gelombang laut hingga masuk ke perumahan warga dan merendam tanaman.

“Saya segera laporkan kepada Bupati Merauke, Frederikus Gebze, dan berkoordinasi bersama dinas terkait sekaligus ada tim berangkat ke kampung-kampung di sana untuk melihat masyarakat maupun rumah dan tanaman mereka,” katanya.

Selain kebutuhan masyarakat berupa sembako yang harus segera didistribusikan, juga kesehatan mereka perlu diperhatikan.

“Kami akan berbuat semaksimal mungkin memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Wakil bupati mengakui gelombang pasang di wilayah itu bukan sekali saja terjadi, tetapi sudah beberapa kali.

“Memang pernah disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka selalu waspada menjelang gelombang pasang seperti sekarang,” katanya.

Selain itu, ada tawaran dari pemerintah agar masyarakat yang umumnya di dataran rendah untuk dipindahkan ke daerah tang lebih tinggi sehingga mereka tidak selalu dibayangi gelombang setiap tahun.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan pemahaman kepada masyarakat agar pindah namun sepertinya mereka berkeberatan lantaran sudah bertahun-tahun tinggal di situ,” ujarnya.

Dalam waktu tidak terlalu lama, katanya, bantuan segera didistribusikan kepada masyarakat sebelas kampung.

“Nanti ada tim yang dibentuk pemerintah pergi ke Distrik Waan sekaligus melakukan pendataan kembali kerusakan rumah masyarakat maupun tanaman mereka yang terendam,” ujarnya.

Selain bahan makanan yang akan dikirim, juga bantuan tenaga medis maupun obat-obatan harus segera didistribusikan. Hal itu untuk mengantisipasi penyakit terjangkit diare dan penyakit lain setelah genangan air laut surut. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top