Follow our news chanel

Previous
Next

Bank Papua klarifikasi bantuan UMKM di Kota Jayapura

bank-papua-pimpinan
Pemimpin Divisi Bisnis UMK & Konsumer, Abraham Krey, saat diwawancara di Kantor Pusat Bank Papua, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Berita terkait pemberian bantuan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Jayapura mendapat diklarifikasi dari Bank Papua. Yang dimaksud Bank Papua adalah pemberian bantuan untuk pelaku usaha pengrajin noken, tempurung kelapa, stempel, dan mahkota hiasan.

“Kami belum punya data untuk empat pelaku usaha ini, apakah sudah punya wadah atau belum. Jadi, bukan semua pelaku UMKM,” ujar Krey, saat ditemui di Kantor Pusat Bank Papua di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura, Papua, Selasa (29/9/2020).

Krey menegaskan apabila empat pelaku usaha tersebut sudah diketahui ada wadah atau kelompoknya, barulah komunikasi dan koordinasi terkait kelanjutan usaha-usaha itu. Jika membutuhkan dukungan bank maka akan dilakukan kajian oleh bank untuk kelanjutannya.

“Kalaupun itu ada dan Bank Papua belum pernah serahkan bantuan maka kami evaluasi lagi programnya agar bantuan tidak tumpang tindih. Pelaku usaha kecil harus menjadi perhatian agar usaha tetap bertahan guna meningkatkan perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja,” ujar Krey.

Terkait pernyataan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, yang mengatakan belum pernah mendapat laporan atau undangan untuk memberikan bantuan kepada pelaku UMKM, Krey mengatakan sebenarnya terkait laporan Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini diberikan oleh Bank Papua kepada masyaraka atau pelaku usaha di Kota Jayapura yang tidak dilaporkan kepada wali kota.

Baca juga: Terkendala data, Bank Papua belum salurkan bantuan UMKM

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah, Robert L.N. Awi, mengatakan keempat pelaku usaha tersebut mengelola usahanya masing-masing, yang dikategorikan dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Loading...
;

“Mereka tidak perlu kelompok. Mereka perlu kelompok kalau usahanya belum berkembang dengan baik dan baru berusaha agar memudahkan mereka dalam mengakses pemasaran dan permodalan. Kalau IKM barulah kami bentukkan kelompok seperti usaha aksesoris. Pengrajin noken ada kelompoknya, tapi hanya sebagai wadah untuk menyamakan nilai jual noken,” ujar Awi.

Dikatakan Awi, bantuan dari Bank Papua adalah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat, namun dengan persyaratan harus memiliki kelompok dan memiliki penghasilan tetap supaya memudahkan dalam mengembalian pinjaman.

Awi menambahkan Industri Kecil Menengah adalah industri yang memiliki skala industri kecil dan menengah yang beranggotakan maksimal 19 orang, memiliki nilai investasi kurang dari Rp1 miliar (tidak termaksud tanah dan bangunan tempat usaha). Sedangkan industri menengah adalah beranggotakan maksimal 19-20 orang dan nilai investasi minimal Rp1 miliar sampai Rp15 miliar.

“IKM salah satu usaha berperan penting dalam pembangunan ekonomi karena pertumbuhannya yang relatif stabil dan mampu menyerap tenaga kerja,” ujar Awi. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top