Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Bantah menjual paspor, pemerintah Vanuatu teruskan program kewarganegaraan

Jeffrey Markson. - RNZI/Hilaire Bule

Papua No.1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Direktur Paspor dan Imigrasi Vanuatu membantah laporan media di Eropa bahwa pemerintah menjual paspor kepada orang-orang asing yang ingin melarikan diri dari Covid-19.

Jeffrey Markson mengumumkan komentarnya menyusul sebuah liputan di stasiun televisi Prancis bahwa Vanuatu menjual paspornya seharga € 130.000.

Bantah menjual paspor, pemerintah Vanuatu teruskan program kewarganegaraan 1 i Papua

Direktur itu mengklaim bahwa laporan itu palsu, menegaskan bahwa orang-orang tidak dapat masuk ke Vanuatu untuk mencoba melarikan diri dari Covid-19.

“Vanuatu adalah salah satu negara yang masih bebas Covid-19. Untuk masuk ke Vanuatu, kita memberlakukan berbagai larangan perbatasan masuk, dan pembatasan masuk di perbatasan kita ketat dan tidak ada peraturan yang berkata bahwa orang-orang dapat membeli paspor untuk datang ke Vanuatu.”

Namun, Markson mengakui bahwa pemerintah memang masih menjalankan program pendapatan negara yang telah disetujui di parlemen.

“Kita punya program kewarganegaraan yang masih berjalan saat ini, ini menghasilkan pendapatan negara dan orang-orang yang ingin mengajukan kewarganegaraan kita, mereka harus mendaftar untuk mendapatkan kewarganegaraan Vanuatu dan kemudian, salah satu manfaat dari kewarganegaraan Vanuatu adalah paspor.”

Loading...
;

“Namun untuk mendapatkan paspor Vanuatu, kalian harus mengikuti prosedur yang berlaku.”

Direktur itu mengatakan ada proses yang terpisah untuk mendapatkan akta kewarganegaraan, dan kemudian satu lagi untuk mengajukan paspor setelanya.

Dia meyakinkan publik bahwa pemerintah Vanuatu masih terus melakukan semua yang bisa mereka lakukan untuk menjaga Vanuatu tetap bebas dari virus corona, termasuk memantau perbatasan dan membatasi penerbangan masuk ke negara itu.

Pada Mei, Perdana Menteri Bob Loughman memerintahkan pengkajian skema kontroversial itu, yang dikatakan telah menyumbang sepertiga dari pendapatan pemerintah.

Sementara itu Keadaan Darurat untuk Covid-19 di Vanuatu akan tetap berlaku hingga 31 Desember, dan masih dapat diperpanjang jika situasi nanti membenarkan perpanjangan.

Itu adalah pendirian pemerintah Vanuatu, yang telah disetujui Dewan Menteri, dan telah ditegaskan kembali ke Daily Post oleh petugas humas (PRO) Kantor Perdana Menteri, Fred Vurobaravu.

Vurobaravu juga mengatakan pendekatan Vanuatu terhadap pembatasan ini akan tetap diberlakukan mengingat situasi Covid-19 di negara-negara tetangga seperti Australia, Fiji, dan Papua Nugini. (Daily Post Vanuatu)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top