Follow our news chanel

Banyak anak putus sekolah di Kampung Kaliki, Merauke

Papua, Kampung Kaliki
Suasana kampung Kaliki, distrik Kurik, kabupaten Merauke. Jubi/Frans Kobun
Papua No.1 News Portal

Merauke, Jubi-  Banyak anak putus sekolah putus sekolah untuk tingkat SMP/SMA di Kampung Kaliki, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.

Itu dikarenakan beberapa faktor seperti mereka merasa minder dengan sesama teman lain, fasilitas tempat tinggal maupun kebutuhan makan-minum saat melanjutkan pendidikan di Distrik Kurik maupun kota tidak ada.

Demikian disampaikan Pendeta Sefnat Oram Gat Mahuze, salah seorang pendeta di Kampung Kaliki saat ditemui Jubi Senin (15/6/2020) lalu.

“Tiga persoalan itu, sehingga membuat anak-anak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP maupun SMA, putus sekolah dan memilih pulang ke kampung,” ujarnya ketika itu.

Meski tak menyebutkan jumlah anak putus sekolah di dua jenjang pendidikan tersebut, namun setiap tahun menurutnya seperti begitu. “Hanya beberapa anak bertahan entah di bangku SMP maupun SMA. Namun lebih banyak memilih pulang,” ujarnya.

Pendeta juga mengaku bingung dengan pola didik anak di tingkat sekolah dasar (SD) di Kampung Kaliki. Karena sejumlah anak yang sudah di bangku kelas V, tak bisa membaca dan menulis.

“Memang ini persoalan dan terkadang anak dipaksakan naik kelas, tanpa guru mengetahui apakah anak ini mampu menulis dan membaca atau tidak. Bagi saya ini adalah bentuk pembodohan yang dilakukan, lantaran anak didik belum bisa membaca serta menulis dipaksakan naik kelas,” tegasnya.

Loading...
;

Selain itu, menurutnya, anak-anak diluluskan hanya untuk mengejak kriteria. Di saat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, mereka merasa minder dan tak mampu bersaing, sehingga memilih pulang kampung.

“Saya berharap agar SMP/SMA Satu Atap (Satap) yang telah digagas oleh Pak Sergius Womsiwor menghadirkan pendidikan di Kampung Kaliki, harus segera direspons pemerintah. Karena anak-anak ini adalah orang asli Papua dan wajib diberikan perhatian,” ujarnya.

Penggagas pembangunan SMP/SMA Satap Kaliki, Sergius Womsiwor beberapa waktu lalu membenarkan angka putus sekolah tinggi, sehingga ia berusaha menghadirkan sekolah di sana.

“Tidak hanya anak-anak di Kampung Kaliki, tetapi juga beberapa kampung sekitar lain,” ujarnya.

Belum diperoleh data, berapa angka putus sekolah di wilayah itu. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top