Banyak atlet PON juga tidak bisa hadiri peresmian arena PON XX Papua

Arena PON XX Papua
Suasana di luar Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua. - Jubi/Husain

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ratusan warga dan atlet Papua yang ingin menghadiri acara peresmian arena Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua pada Jumat (23/10/2020) tidak diizinkan memasuki Stadion Lukas Enembe. Akibatnya, ratusan orang menumpuk dan berkerumun di luar stadion.

Panitia peresmian arena PON XX Papua telah berulang kali mengumumkan acara peresmian itu tidak bisa dihadiri penonton, demi mencegah semakin meluasnya pandemi Covid-19. Meskipun demikian, banyak warga dan atlet PON XX Papua tetap datang untuk menyaksikan peresmian arena PON XX Papua yang dirangkai dengan peluncuran buku data orang asli Papua, dan perubahan nama Bandara Internasional Sentani menjadi Bandara Internasional Dortheys Hiyo Eluay itu.

Sejak Jumat siang, aparat keamanan telah membatasi akses memasuki Stadion Lukas Enembe. Meskipun banyak warga dan atlet Papua yang memprotes pembatasan itu, aparat keamanan tetap melarang mereka memasuki area Stadion Lukas Enembe. Bahkan beberapa wartawan yang hendak meliput acara itu juga tidak diizinkan memasuki area stadion.

Di antara para atlet Papua yang dilarang memasuki stadion itu tampak para atlet tim fustal PON dan atlet tarung derajat PON. Sebagian atlet yang kecewa itu akhirnya memilih pulang. Akan tetapi, ketika hendak dimintai komentarnya, mereka menolak berkomentar.

Baca juga: Selain Stadion Lukas Enembe, sejumlah arena PON XX masih bisa berubah nama

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua yang juga selaku Sekretaris Panitia Peresmian Venue PON XX Papua, Kenius Kogoya menyampaikan permintaan maaf panitia kepada para atlet yang gagal masuk ke dalam stadion.”Kami meminta maaf kepada para atlet yang sudah melakukan rapid test dan datang, [namun tidak bisa masuk] ke lokasi. Kita semua harus memahami kondisi pandemi Covid-19,” ujar Kogoya.

Kogoya mengakui awalnya panitia memberikan kuota bagi atlet untuk menghadiri peresmian arena PON XX Papua di dalam Stadion Lukas Enembe. Akan tetapi, aparat keamanan tidak menyetujui kuota bagi atlet, karena menambah risiko terjadinya penularan virus korona yang bisa menyebabkan sakit Covid-19.

Loading...
;

“[Hasil] diskusi dan koordinasi dengan pihak keamanan, keputusan terakhir tidak [ada] kuota. [Izian untuk menghadiri peresmian] hanya [diberikan] kepada Muspida dan undangan,” kata Kogoya.

Langkah ketat Kepolisian Daerah (Polda) Papua itu diambil untuk menjalankan Maklumat Kapolri yang tidak mengizinkan keramaian dalam bentuk apapun pada masa pandemi Covid-19. Beberapa waktu lalu, Wakil Kepala Polda Papua, Brigjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan pihaknya terus memantau rincian pelaksanaan peresmian arena PON XX Papua, agar tidak melanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Mulai hari Senin ini sampai dengan hari Kamis, [kami] tetap menjalin komunikasi dengan panitia, untuk melihat secara detail rincian dari acara. Pihak kepolisian meminta panitia untuk bertanggung jawab jika terjadi adanya pelanggaran. Kami juga sudah membentuk tim untuk mengambil langkah-langkah hukum jika terjadi pelanggaran,” kata Fakhiri.(CR4)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top