Banyak tanah dijual sembarangan di Kota Jayapura

Ilustrasi.Pixabay.com/Jubi
Banyak tanah dijual sembarangan di Kota Jayapura 1 i Papua
Ilustrasi.Pixabay.com/Jubi

Jayapura, Jubi – Dalam beberapa tahun belakangan ini penjualan tanah di Kota Jayapura kian marak.Para pemilik lahan tidak segan –segan menjual tanah jika ditawarkan pembayaran dalam jumlah besar.

Penjualan tanah bukan hanya berlangsung di kawasan bebas banjir, tetapi daerah  penyangga dan di kawasan yang dilarang oleh pemerintah untuk dihuni. Tetapi di kawasan itu, permukiman terus saja dibangun.

Daerah yang kawasannya banyak pemukiman warga adalah di Distrik Heram, Abepura, Jayapura Selatan dan Jayapura Utara, sebagian dari wikayah itu merupakan kawasan penyangga cagar alam Siklop.

Di Kelurahan Wahno Distrik Abepura, adalah kawasan yang memiliki banyak sekali perumahan yang dibangun tanpa ijin. Bangunan -bangunan itu terserak di sepanjang bukit Skyland dan belakang Rumah Sakit Bhayangkara.

“ Tanah sudah dijual oleh Ondo, kami tidak bisa berbuat apa-apa, selain kami tidak mengeluarkan surat pengantar untuk pengurusan surat IMB,” kata Albert K Rumabar, Kepala Kelurahan Wahno Distrik Abepura Kota Jayapura.

Sebagai pemerintah, pihaknya mengaku hanya bisa mengimbau warga, agar menanam pohon sebagai pengganti pohon yang ditebang saat pembangunan perumahan .

“Sebagian tanah akan longsor jika Kota Jayapura hujan, jalan besar sudah lubang besar,” kata Rumabar (23/4/2019) di Jayapura.

Loading...
;

Dia bilang, penjualan tanah di lereng gunung setempat, biasanya dipatok dengan harga lebih murah. “Siapa saja punya uang bisa beli,” ujar dia.

Lurah Yabansai, Luiz Membri menambahkan sudah satu tahun ini, pihaknya memeriksa betul lokasi yang hendak dijual warga, sebelum memberikan surat rekomendasi atau tanda tangan.

“Karena banyak perumahan yang berada di kawasan yang tidak seharusnya, pihak kelurahan tidak mengeluarkan surat rekomendasi,” ujarnya.

Salah satu Ondoafi tidak mau menyebutkan namanya mengatakan massifnya penjualan tanah di di Jayapura itu sudah berlangsung lama. Dan ada dijual mahal. Ada juga yang murah.

“ Dulu mau ambil tanah ijin Ondo dulu, tapi sekarang bikin rumah dulu baru minta ijin ke Ondo,” kata dia dengan nada heran.

Dia menceritakan tanah miliknya sudah ada rumah dulu, baru datang minta ijin dan bayar tanah. Dan itu menjadi pengalaman tersendiri sejak orangtuanya meninggal dunia.

Dia juga menjelaskan sekarang tidak memiliki IMB tetapi rumah dibangun karena kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebanyakan yang beli tanah adalah pejabat yang tinggal di luar Jayapura. Mereka datang beli tanah dan bangun rumah di Jayapura.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top