Baru 10 persen pria di Papua lakukan vasektomi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Baru 10 persen pria di Provinsi Papua melakukan vasektomi atau metode kontrasepsi dengan memotong saluran sperma dari testis ke penis.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Kaluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Papua, Charles Brabar kepada Jubi di ruang kerjanya, Senin (26/9/2016).

“Pada umumnya peserta vasektomi adalah laki-laki yang sudah menikah,” katanya.

Efektivitas vasektomi sebagai alat kontrasepsi, kata Brabar, tergolong tinggi mencapai 99 persen. Hanya 0,1 hingga 0,4 persen wanita mengalami kehamilan selama satu tahun pertama setelah pasangannya melakukan prosedur vasektomi.

Untuk itu, hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum vasektomi adalah tidak berniat memiliki anak atau menambah jumlah anak lagi.

“Jika ada keraguan, sebaiknya hindari vasektomi dan mendiskusikan dengan pasangan sebelum menggunakan kontrasepsi ini,” ujarnya.

Loading...
;

Bagi yang baru melakukan vasektomi, kata Brabar, efeknya tidak segera. Air mani pria sesaat setelah vasektomi masih mengandung sperma. Jika ingin menghindari kehamilan, mesti gunakan alat kontrasepsi lain terlebih dulu.

Untuk benar-benar mengosongkan sperma pada air mani, diperlukan 15-20 kali ejakulasi atau sekitar 3 bulan. Sebagian pria harus menunggu lebih lama lagi. Untuk memastikan sudah tidak ada lagi sperma yang tersisa dan harus dipastikan melalui tes.

Ditempat terpisah, Kepala Seksi Jalur Wilayah Khusus BKKBN wilayah Papua Agus Fauzi menambahkan keuntungan vasektomi adalah operasi kecil yang aman, sangat efektif, dan bersifat permanen.

“Baik dilakukan pada laki-laki yang memang sudah tidak ingin memiliki anak, vasektomi lebih murah dan lebih sedikit komplikasi dibandingkan dengan sterilisasi tuba,”katanya.

Selain itu, katanya, pria memiliki kesempatan untuk gantian KB dengan istrinya dan tidak mempengaruhi kemampuan seorang pria dalam menikmati hubungan seksual. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top