HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

BBKSDA : informasi munculnya harimau di Pelalawan hoaks

Foto ilustrasi - pixabay.com
Foto ilustrasi – pixabay.com

“Sedangkan foto penampakan harimau yang ditunjukkan yang bersangkutan diketahui merupakan editan dari video penampakan harimau di Taman Nasional Zamrut”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pekanbaru, Jubi – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, menyatakan informasi kemunculan harimau sumatera di konsesi perusahaan PT Surya Bratasena Plantation adalah palsu atau hoaks.

“Setelah dilakukan investigasi yang lebih mendalam, tim menemukan fakta bahwa berita terkait kemunculan satwa harimau sumatera di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan adalah tidak benar, hoaks,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Jumat, (28/2/2020).

Baca juga :ย Solidaritas Pembela Aktivis HAM: Veronika Koman bukan provokator dan penyebar hoax

Legislator minta masyarakat tak termakan berita hoax

Diskominfo Jayawijaya siapkan informan/sosialitator tangkal hoax

Loading...
;

Ia menjelaskan tim BBKSDA Riau langsung turun ke lokasi pada tanggal 25 Februari 2020 untuk melakukan mitigasi konflik. Tim tidak menemukan jejak yang mengindikasikan keberadaan satwa harimau dengan nama latin panthera tigris sumatrae di sekitar areal perusahaan tersebut.

โ€œTim juga memverifikasi berupa cek lokasi terhadap pengakuan warga bernama Syawal, yang mengaku berjumpa dengan harimau pada 26 Februari 2020 di lokasi High Conservation Value SBP. Syawal menunjukkan foto penampakan harimau di lokasi tersebut,โ€ kata Suharyono menambahkan.

Setelah dilakukan pengecekan ditemukan jejak yang ditunjukkan Syawal, namun menurut analisa tim mitigasi jejak tersebut palsu karena tidak lazim.

Suharyono menjelaskan jejak jari depan berjumlah lima dan telapak kaki lebar dengan ukuran panjang 19 centimeter dan lebar 18 centimeter.

“Sedangkan foto penampakan harimau yang ditunjukkan yang bersangkutan diketahui merupakan editan dari video penampakan harimau di Taman Nasional Zamrud,” kata Suharyono menjelaskan.

Setelah Syawal diinterogasi di kantor Polsek Pangkalan Kuras, akhirnya yang bersangkutan mengakui bahwa informasi yang disampaikan adalah berita bohong.

Sedangkan hasil verifikasi dua lokasi lainnya yang dilaporkan ada jejak harimau juga menunjukkan hasil nihil. Setelah hasil analisa tim, jejak tersebut adalah jejak anjing. Selain itu, jejak di kebun warga yang berbatasan di areal perusahaan ternyata menunjukkan jejak macan dahan.

“Tim menunjukkan buku pengenalan satwa liar dilindungi yang disusun oleh Balai Besar KSDA Riau dan warga mengakui bahwa satwa yang dilihatnya mirip dengan satwa macan dahan,” katanya.

Suharono mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuat dan menyebarkan berita bohong yang dapat meresahkan masyarakat terutama terkait dengan kemunculan satwa liar. Masyarakat juga diminta jangan mudah terpancing oleh pemberitaan yang belum valid kebenarannya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa