Beberapa Tempat di Jayawijaya Alami Kebakaran Hutan

Bantuan pemerintah Kabupaten Jayawijaya kepada masyarakat yang terkena bencana kebakaran hutan di Distrik Siepkosi. Jubi/Islami
Bantuan pemerintah Kabupaten Jayawijaya kepada masyarakat yang terkena bencana kebakaran hutan di Distrik Siepkosi. Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Musim kemarau berkepanjangan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya, mengakibatkan beberapa distrik terjadi kebakaran hutan yang diduga disebabkan oleh oknum masyarakat yang membuka dan membakar hutan.

Kurang lebih ada enam titik api di enam daerah yang terjadi kebakaran seperti di Distrik Siepkosi, Woma, Pisugi dan Tulem. Di mana, rumput yang mengering akibat cuaca kemarau.

Akibat kebakaran hutan tersebut, beberapa rumah bahkan honai milik masyarakat serta Gereja di beberapa kampung ikut terbakar, akibat angin kencang yang saat ini terjadi di Kota Wamena dan sekitarnya.

Menyikapi hal itu, Kamis (13/8/2015) pemerintah daerah Jayawijaya memberikan bantuan berupa bahan makan serta peralatan masak juga tenda untuk masyarakat yang tempat tinggal mereka hangus terbakar.

Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Ricard Banua didampingi Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jayawijaya, Amsal Wamu, Kapolres Jayawijaya serta satuan polisi pamong praja secara langsung memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak kebakaran hutan di Kampung Sekan, Distrik Siepkosi.

Bantuan pemerintah ini diharapkan dapat digunakan untuk bertahan dalam beberapa hari ke depan, sambil kami melihat lagi kondisi lainnya di masyarakat,” ujar Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Ricard Banua kepada wartawan disela-sela kunjungan.

Pemerintah juga menhimbau kepada masyarakat agar dapat menghentikan pembukaan dan pembakaran hutan, apalagi melihat cuaca di musim kemarau saat ini ditambah tiupan angin yang kencang, sehingga mengakibatkan kebakaran di mana-mana.

Loading...
;

Ada sekitar enam titik, besok akan kita kroscek kembali daerah mana saja yang terkena dampak. Di Woma saja cukup besar, ada 50-an rumah terbakar, di Pisugi ada tujuh rumah yang terbakar. Di Sekan dalam hampir 31 rumah dan satu gereja hanya menyisakan satu kantor kampung dan satu gereja yang baru,” katanya.

Disisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jayawijaya, Amsal Wamu menjelaskan, bencana ini tidak datang sendiri tetapi lebih disebabkan karena ulah oknum manusia.

Harapan kami, masyarakat dapat menjaga bersama supaya kerugian yang timbul akibat kebakaran hutan, kebakaran rumah yang sedang terjadi tidak terulang lagi, supaya ke depan tidak terjadi bencana yang lebih besar lagi,” ucap Amsal Wamu.

Dijelaskan, kejadian bencana kebakaran hutan ini sudah tiga hari terjadi. “Kebakaran hutan ini sebenarnya tidak boleh terjadi, tetapi ada oknum-oknum tertentu yang menyalahgunakan atau kesadaran akan pentingnya hutan, karena kalau tidak ada hutan akibat atau dampaknya akan lebih besar,” katanya.

Sementara itu Kapolres Jayawijaya, AKBP Semmy Ronny Thaba mengungkapkan, tindakan yang dilakukan kepolisian hanya melokalisir sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Kemudian harta benda bersama-sama dengan masyarakat di TKP dan mengantisipasi potensi konflik karena kecurigaan masyarakat, mungkin ada orang sengaja membakar sehingga dapat memicu konflik antar warga yang ada di lokasi-lokasi kebakaran tersebut,” jelasnya. (Islami)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top